8 Paradigma Lalu Lintas dan Pendekatannya

Berita

Semua sektor kehidupan selalu berkait dengan lalu lintas, perannya menjadi kian strategis seiring dengan dinamika jaman dan masyarakat. Berikut ini paparan dari Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwi Laksana tentang paradigma lalu lintas yang melingkupi kehidupan kita.

1.Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Filosofis
Menurut Brigjen Chryshnanda lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan yang ditunjukan dengan memahami bahwa suatu masyarakat bisa hidup, tumbuh dan berkembang memerlukan adanya produktifitas. Dijelaskan produktifitas ini memerlukan aktifitas yang memerlukan lalu lintas, dalam konteks ini lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan ada standar – standar yang harus dipenuhi dalam pengelolaan lalu lintas agar lalu lintas aman, tertib, selamat dan lancar.

2. Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Geo Politik dan Strategis
Dalam paparan ini, Brigjen Chryshnanda menjelaskan tentang lalu lintas dalam perspektif geo politik dan geo strategis. Melihat kondisi Indonesia sebagai masyarakat majemuk, penuh sumber daya dan sumber manusia secara asta gatra, demografi, ekososbud, keamanan dan pertahanan semua saling mengkait dan membutuhkan sistim lalu lintas yang baik untuk membangun bangsa.

3.Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Global
Dalam konteks globalisasi, Brigjen Chryshnanda memaparkan bagaimana peran lalu lintas dalam melayani kebutuhan kegiatan – kegiatan di semua sektor yang berkait dengan globalisasi, seperti logistik, ekspor – impor yang memerlukan kelancaran lalu lintas yang tertib, aman, lancar dan selamat.

4.Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Operasional
Menurut Dirkamsel dalam pendekatan ini lalu lintas diharapkan dapat menjalankan fungsi – fungsinya secara maksimal lewat berbagai instrumen hukum, tehnologi, edukasi masyarakat sehingga fungsi penegakan hukum, sosialisasi dan layanan publik dapat terlaksana secara maksimal.

5.Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Pelayanan Publik
Pada poin kelima ini, Dirkamsel menguraikan 6 fungsi pelayanan kepada publik dalam sistim lalu lintas kepada publik, yakni pelayanan keamanan, pelayanan keselamatan, pelayanan hukum, pelayanan administrasi, pelayanan informasi, pelayanan kemanusian. Chryshnanda menjelaskan setiap aspek pelayanan tersebut secara lugas dan detil dalam videonya.

6. Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Sosiologis

Dalam konteks sosial ini, Dirkamsel menjelaskan bagaimana lalu lintas dapat mendukung dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, selain itu dapat mendukung produktifitas masyarakat. Menurut Chryshanda dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk perlu membentuk panduan dengan prinsip – prinsip dasar yakni prinsip aman, selamat, tertib dan lancar yang diaplikasikan untuk semua kalangan masyarakat.

7. Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Yuridis
Menurut Chryshnanda, pendekatan ini menekankan bagaimana pengaturan dan penataan lalu lintas sebagai ikon peradaban, dan hukum sebagai suatu sistim dapat membantu membangun budaya tertib dalam menyelesaikan masalah secara beradab. Tujuannya agar dapat memberikan perlindungan, pengayoman bagi masyarakat dan pengguna jalan raya untuk mencari keadilan.

8.Paradigma Lalu Lintas dengan Pendekatan Modernisasi
Dalam pendekatan ini, Chryshnanda menekankan sistim lalu lintas agar melakukan distruption agar penataan lalu lintas bisa melampui perubahan – perubahan di masyarat sehingga bisa memberikan solusi bagi masyarakat. Dengan kata lain, Chryshnanda menegaskan sistim lalu lintas harus proaktif problem solving (visioner) melampui perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *