Anggota DPR Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Terkait Djoko Tjandra

Berita

 Keputusan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dengan tegas menindak lanjuti laporan adanya oknum polisi terkait dengan Djoko Tjandra mendapat apresiasi anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana;

Oknum polisi di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu diduga menerbitkan surat jalan untuk memfasilitasi perjalanan Djoko Tjandra ke Pontianak, Kalimantan Barat tanpa seizin pimpinan.

“Saya apresiasi dan dukung langkah Kapolri yang bergerak cepat untuk menyelidiki melalui Divisi Propam Polri, kebenaran dari surat jalan yang dikeluarkan oleh oknum jenderal polisi untuk keperluan perjalanan Djoko Tjandra , dan langsung mencopotnya , bahkan menempatkan oknum tersebut dalam tempat khusus di Propam selama 14 hari ke depan ,” ungkap Eva, Kamis (16/7/2020).

Eva juga meminta penegak hukum bekerja lebih keras untuk segera menangkap Djoko Tjandra.

“Saya meminta Polri dan Kejaksaan Agung untuk bersinergi agar bisa sesegera mungkin menangkap Djoko Tjandra. Segera bentuk tim khusus, karena ulah satu orang Ini, wajah hukum kita tercoreng,” imbuhnya.

Sebelumnya, Mabes Polri resmi mencopot jabatan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bareskrim Polri. Keputusan ini diambil lantaran Prasetijo dianggap bertanggung jawab dalam penerbitan surat jalan terhadap buronan Djoko Soegiarto Tjandra.

“Komitmen Kapolri, Karokorwas PPNS BJP PU dicopot dari jabatannya,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam penjelasannya, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (15/07/2020).

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1980/VII/KEP./2020 bertanggal 15 Juli 2020, tertulis nama Prasetijo yang dimutasikan ke Pati Yanma Polri. Tertulis juga dalam surat telegram tersebut bila jenderal bintang satu itu harus menjalani pemeriksaan.

Argo mengatakan pencopotan jabatan ini merupakan komitmen Kapolri Jenderal Idham Azis dalam menegakkan disiplin kepada seluruh jajaran personelnya.

“Ini jadi pembelajaran buat personel Polri yang lain. Kami ingin menegakkan aturan,” tegas Argo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *