Antisipasi Kecelakaan, Pemkab Nganjuk Tambah Traffic Light Baru

Berita Keselamatan 2020

Nganjuk, Jatim, Sejumlah lokasi rawan kecelakaan di Nganjuk, Jawa Timur jadi perhatian Dinas Perhubungan Nganjuk. Di akhir tahun ini mereka memasang dua traffic light baru di Prambon dan Kota Nganjuk. Dua daerah tersebut dipilih karena lalu lintasnya padat dan dinilai berbahaya. 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, satu titik traffic light dipasang di Desa Sugihwaras, Prambon. Sedangkan satu titik lainnya di Jl Mastrip Kota Nganjuk.

Sesuai lelang di LPSE, total dua traffic light itu dianggarkan Rp 329,25 juta. Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk Nur Solekan mengungkapkan, selain dua titik tersebut sebenarnya masih ada beberapa lokasi lain yang harus dipasang traffic light. Tetapi, karena keterbatasan anggaran, pemasangan baru dilakukan di dua titik. “Tahun depan diusulkan pemasangan empat titik di tiga kecamatan,” ujar Nur Solekan.

Empat titik tersebut menurutnya jadi prioritas karena lokasinya padat. Mulai di sekitar pasar Kecamatan Rejoso; Desa Ngangkatan, Rejoso; Desa Kaloran, Ngronggot; dan Desa Babatan, Patianrowo. Melihat kondisinya, menurut Nur Solekan empat ruas itu dinyatakan layak untuk dipasang rambu-rambu.

Apa saja indikatornya? Menurut Nur Solekan, salah satu syaratnya adalah padatnya kondisi jalan. Ukurannya, minimal ada 75 kendaraan yang melintas di sana setiap menitnya. “Itu jadi standar patokan pemasangan traffic light,” lanjut Nur Solekan sembari menyebut traffic light sekarang diberi tambahan lampu sehingga jadi lebih bagus.

Kasi Sarana dan Prasarana Kelengkapan Jalan Nyoto Mujiono menambahkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar perempatan yang padat bisa dipasang lampu lalu lintas. Dia mencontohkan perempatan Jl Barito Kota Nganjuk yang tidak memungkinkan dipasang traffic light. Alasannya, lokasi perempatan terlalu dekat dengan traffic light di terminal lama.

Khusus untuk titik-titik yang tidak memungkinkan dipasang lampu lalu lintas, dishub memasang flash light agar pengendara tetap berhati-hati. Selebihnya, dishub juga memasang rambu peringatan di sana.

Untuk diketahui, persimpangan yang ramai biasanya dijaga oleh relawan pengatur lalu lintas. Salah satu yang masih ramai dijaga adalah pertigaan Gajahbelor menuju ke Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom. Hampir setiap hari pertigaan tersebut dijaga oleh relawan pengatur lalin karena lokasi padat itu belum dilengkapi traffic light.

sumber tradarnganjuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *