Begini Aturan Bertransportasi Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 H !

Berita

Pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang pelarangan mudik bagi warga masyarakat dari wilayah yang diberlakukan PSBB, namun ada pengecualiannya. Bagaimana syarat, berikut penjelasannya.

Menurut Dr. Syafrin Liputo, ATD. MT. (Kadishub DKI), sesuai dgn SE Ketua Gugus Tugas Tentang Penanganan Covid 19 no 4 tahun 2020, kriteria yg boleh melakukan perjalanan keluar kawasan PSBB adalah :

  1. Orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan atau swasta yang menyelenggarakan percepatan covid 19
  2. Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum
  3. Pelayanan kesehatan
  4. Pelayanan kebutuhan dasar
  5. Pelayanan fungsi ekonomi penting
  6. Pelayanan pasien dengan kebutuhan darurat
  7. Perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia
  8. Repatriasi pekerja imigran indonesia atau mahasiswa yang dari luar negri
  9. Pemulangan orang dengan alasan khusus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk Jakarta yang dibuka hanya termimal pulo gebang maka dari itu tujuan perjalanan pengecualian PSBB hanya di terminal Pulo Gebang

Penanganannya harus melalui seleksi yang ketat dan ada beberapa persyaratan seperti surat tugas jika sedang bertugas. Serta surat sehat jika ada keperluan yang urgent. Untuk pengawasan dilapangan sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.

Kendaraan yang boleh jalan dari terminal Pulo Gebang harus berstiker Dishub dan tercatat nama dan jumlah penumpang, jadi bus tersebut tidak boleh mengangkut penumpang di jalan.

Sementara Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Istiono, M.H menegaskan bahwa Mudik Tatap Dilarang.

Hal itu dikemukakan hari ini (9/05) oleh Kakorlantas saat meninjau kesiapan terminal Pulo Gebang dan rentetan mekanismenya. Ada pun pengecekan meliputi bagaimana kegiatan dari mulai kedatangan calon penumpang hingga pemeriksaan berkas si calon penumpang.

Jika didapati berkas dan persyaratan yg kurang, calon penumpang tersebut dianggap tidak lolos kualifikasi dan tidak di izinkan melakukan perjalanan

Sedangkan kendaraan yang boleh melakukan perjalanan hanya kendaraan yg memiliki stiker khusus dari kemhub agar anggota Polri mudah melakukan pemeriksaan.

Kendaraan yang boleh berangkat tetap dilakukan pengecekan luar dalam seperti mesin dan kursinya berjarak.

Jadi untuk petugas polri yang berada di “check point” jika ada kedapatan kendaraan bus yang tidak berstiker khusus dari kemenhub tetap dilakukan sanksi putar balik dan di catat nopol kendaraannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *