Cerita Personil Polisi di Inhu Antar Bendera untuk Suku Pedalaman

Berita

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-75, polisi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau mengemban tugas untuk mengantar bendera merah putih untuk suku pedalaman Talang Mamak.


Perjalanan itu dimulai dari Polsek Kelayang. Bukan hal yang mudah untuk menuju tempat suku Talang Mamak. Polisi disana harus rela berjuang masuk kedalam daerah terpencil hingga menempuh jarak 42 kilometer dari ibu kota kecamatan.

Selain jarak, kesulitan lain adalah kondisi medan yang tidak bersahabat. Jangankan untuk roda empat, sepeda motor saja kadang terjungkal-jungkal karena medan yang sulit. Tak sedikit polisi harus menginap di tengah perjalanan.


“Itu belum lagi diperparah kalau kondisi saat cuaca hujan. Yah namanya juga tugas, untuk memperingati HUT RI kita,” ujar Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, Jumat (7/8/2020).


Misran menjelaskan, sebenarnya ada 6 Kecamatan se-Kabupaten Inhu yang menjadi tempat tinggal suku adat Talang Mamak diantaranya Kelayang, Rakit Kulim, Batang Gansal, Batang Cenaku, Pranap dan Rengat Barat.

Memang tak sedikit pula suku Talang Mamak tersebut sudah tersentuh era modernisasi, sisanya menjadi pekerjaan rumah polisi tersebut untuk melakukan upaya jemput bola untuk mengantar Sang Saka Merah Putih.


Di Kecamatan Batang Gansal, misalnya, hamparan nan luas sampai membumbung ke perbatasan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Polisi disana harus menempuh jarak 60 Kilometer dengan rentan waktu sampai di tujuan paling cepat  enam jam. “Di sana kita harus menggunakan pompong (perahu motor) agar bisa sampai ke pemukiman suku adat Talang Mamak,” ungkap Misran.


Safar adalah seorang bapak dua anak suku Talang Mamak yang  berdomisili di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu. Butuh waktu 4 jam dari Ibukota Kabupaten untuk sampai di tempatnya tinggal,

Betapa terkejutnya Safar saat didatangi oleh Bhabinkamtibmas. Lelaki ini justru berpikir bahwa dia telah membuat kesalahan, hal ini ternyata meleset. Karena, polisi datang ke rumahnya untuk menghantarkan bendera untuk perayaan 17 Agustus mendatang.


“Memang sih Pak, disinikan tak ada jual bendera, diperparah lagi kampung kami yang jauh dari kota. Terkejut kami polisi itu datang karena dia jauh-jauh datang antar bendera untuk dipasang memperingati HUT RI,” kata Safar setelah diartikan dalam bahasa Indonesia.


Terpisah Kapolres Inhu, AKBP Efrizal sendiri berharap meski perayaan HUT RI mendatang bertepatan dengan adanya pandemi corona, hal itu tidak akan kita untuk patah semangat menjadi patriotisme yang cinta tanah air.


“Pandemi ini akan berlalu. Hari kemenangan juga akan tiba, begitu pula dengan sambut hari kemerdekaan kita.” ungkap Efrizal.
Efrizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Inhu untuk memasang dan mengibarkan bendera merah putih selama Agustus ini. (***)

sumber www.tribratanewsriau.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *