Citra Media

Berita Uncategorized

Media seakan menjadi ruang penghubung yang menjembatani berbagai kepentingan untuk berbagai kepentingan. Agar kepentingan yang dimaksudkan dapat tercapai maka media ini perlu ditata dimanage. Memanage media bisa menggunakan prinsip-prinsip dasar management POAC ( planning organizing actuiting and controlling).

Planing merupakan pembuatan grand design yg menjawab dan mejabarkan atas pertanyaan2 : apa bagaimana di mana siapa hingga mengapa menggunakan media. Dari sini dapat dipelajari algoritma media apa yang menjadi pola atau kesukaan dari siapa yg menjadi sasarannya. Sehingga dpat dibuat ra ncang bangun pesan yang akan disampaikan termasuk bagaimana dan siapa yang akan menyampaikan.

Kekuatan media pada jejaring dan dukungan dari para viewer hingga orang orang yang menyukainya. Hal ini berdampak pd labeling dan rating. Ini bisa menjadi semacam gethok tular, sesuatu yang berantai. Penyebaran konten atau isi dari pesan yangbakan disampaikan secara reguler atau periodik ini juga kekuatan media.

Topik yang sama dilakukan terus menerus pd frekwensi yang sama akan mempengaruhi opini publik. Tentu cara pengemasan yang menarik fun menghibur kekinian dan dpat dipercaya. Cara memaknai mengemas dan memarketingkan merupakan satu rangkaian yang saling mendukung dan mempengaruhi.

Di era post truth berita yang menyesatkan atau pembodohan pengadudombaan ujaran kebencian, itu dikemas sedemikian rupa membuat publik percaya. Hal yang fakta dan kebohongan yg diviralkan melalui berita hoax by design.

Bukan tiba tiba tetapi ada yang mengolah dan menjadikan ruang media menyampaikan kepentingan2nya demi mencapai tujuannya. Di era demokrasi kebebasan mengkritik dan penyampaian pendapat diperbolehkan. Namun apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

Media dibera digital menjadi ruang bebas bahkan saking bebasnya nilai etika ditabrak semua hingga dilabel netizen paling buruk tata kramanya. Tatkala sesuatu yang provokatif dimintakan pertanggungjawaban muncul kembali kemasan pembrangusan.

Dahulu perang bintang, perang adu kekuatan, sekarang perang media. Adu konten dan upaya pencerdasan maupun standar berita menjadi dasar counter hoax. Media yang tanpa keteraturan bisa dianalogikan kawasan kumuh sarat berita sampah. Tatkala yang masuk diruang itu tanpa pengetahuan atau pemahaman yg cukup dan main telan dan ikut menyebarkan ini yang berbahaya.

Kepentingan apa saja bisa diolah di media. Meme, vlog dll menjadi pioihan. Dari religi, seni, tradisi, hobby, komuniti hingga teknologi ada di sana. Memanage media membangun citra untuk dapat menata dan menggunakan berita bagibpencerdasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

CDL

Paska ayam berkokok

280721

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *