Delapan Mobil Saling Tubruk di Landasan Ulin

Berita Road Safety

BANJARBARU – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) beruntun terjadi di Jalan A Yani Km 23 Landasan Ulin Banjarbaru pada Senin (5/10) menjelang petang. Titiknya tepat di depan kawasan Pasar Ulin Raya Banjarbaru.

Akibat terjadi secara beruntun dan melibatkan delapan unit mobil. Arus lalu lintas di ruas jalan tersebut sempat macet. Perlu waktu sekiranya 20 menit untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

Dalam laka lantas beruntun ini, beruntung tidak ada korban jiwa. Meskipun kerugian materil ditaksir jutaan rupiah. Akibat bagian depan dan belakang mobil yang saling bertubrukan.

Meski tergolong laka lantas yang cukup parah. Namun kejadian ini disepakati oleh para korban untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Delapan pengemudi atau pemilik dimediasi oleh Satlantas Polres Banjarbaru dan berujung pada damai.

Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansa melalui Kanit Laka, Ipda Dewi Febriani memastikan bahwa kejadian ini telah rampung dengan cara kekeluargaan. Baik korban luka maupun jiwa juga dikonfirmasi nihil.

“Jadi total ada delapan unit mobil pribadi atau keluarga yang terlibat tabrakan beruntun ini. Untuk penyelesaiannya secara kekeluargaan dan semua telah sepakat,” kata Dewi.

Dirincinya, jika dilihat secara berurutan, delapan unit mobil ini adalah dari Toyota, Avanza (paling depan), Toyota Fortuner, Honda City, Datsun Go, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Daihatsu Ayla serta paling belakang Suzuki AVP.

Untuk kronologisnya, laka beruntun ini terjadi usai pengemudi mobil Avanza paling depan terpaksa harus mengerem. Lantaran mobil yang berada di depannya lebih dahulu mengerem mendadak.

“Jadi pengemudi Avanza ini telah menjaga jarak aman dengan mobil di depannya. Mendadak, mobil di depannya mengerem dan otomatis pengemudi Avanza juga mengerem, karena dia menjaga jarak akhirnya tidak menabrak mobil di depannya,” cerita Dewi.

Namun nahasnya, mobil kedua atau mobil yang posisinya dibelakang pengemudi Avanza tidak bisa menghindari tabrakan yang disusul oleh deretan enam mobil lainnya.

“Jadi kondisinya saat itu lalu lintas cukup padat, sebenarnya kecepatan pengemudi ini tidak begitu cepat, ya konstan. Namun pengemudi kedua sampai ke delapan ini jaraknya terlalu dempet, lalu ketika ada yang mengerem mendadak akhirnya berbenturan,” katanya.

Atas kejadian ini, Dewi mengimbau agar para pengemudi untuk tetap hati-hati dan juga memerhatikan jarak aman. Hal ini katanya agar menjaga kejadian serupa tidak terulang. (red-RS)

*RafarBanjarmasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *