Demi Standar Road Safety, Ojol Perlu Didukung Sistem ITS

Berita

Dulu kita hanya memiliki kendaraan roda empat untuk pilihan angkutan umum. Kini, sepeda motor juga jadi pilihan apalagi untuk menghadapi kemacetan di jalan raya. Sepeda motor yang dijadikan angkutan ojek online (ojol) sudah tak bisa dilepaskan dari rutinitas pengguna angkutan umum di kota besar. Ojol telah jadi pilihan transportasi cepat karena bisa dengan mudah menerobos kemacetan.

Meskipun ojol sudah diterima di masyarakat tapi standar keselamatan yang diterapkan oleh ojol perlu dicermati. Dirkamsel korlantas Polri Brigjen Pol DR. Chryshnanda Dwi Laksana M.Si mengatakan, “Amanat road safety adalah menurunkan tingkat fatalitas pada korban kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan.“

Menurut pakar transportasi di Universitas Indonesia, Ir. Ellen Sophie Wulan Tangkudung, M.Si, “Pertama, sepeda motor adalah kendaraan yang sampai saat ini tercatat banyak berkontribusi terhadap fatalitas di kecelakaan. Kedua, secara fungsi sebetulnya sepeda motor tidak layak untuk dijadikan angkutan umum tetapi masyarakat kini telah menggunakan sepeda motor sebagai angkutan umum. Harus ada posisi yang benar terhadap perlakuan hukum untuk sepeda motor. “

Menurut Ellen, perlu ada aturan yang menjembatani sepeda motor sebagai angkutan umum walau dikatakan bahwa sepeda motor ini penyumbang terbesar fatalitas dalam kecelakaan lalu lintas yaitu lebih dari 70 persen angka fatalitas kecelakaan. Meskipun umumnya sepeda motor tidak digunakan sebagai angkutan umum tapi pada faktanya memang digunakan.

Dikatakan juga oleh Ellen bahwa perlu ada aturan untuk sepeda motor di masa transisi agar tujuan melayani masyarakat tetap melewati standar aturan angkutan umum.
Sementara itu standar keselamatan di jalan raya atau Road Safety adalah hal yang harus dijaga. Chryshnanda menegaskan, “Amanat road safety adalah menurunkan tingkat fatalitas pada korban kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan. “

Ellen menambahkan bahwa saat ini kita harus selalu berpikir ke depan. Artinya, segala sesuatu mengenai angkutan di jalan raya bukan hanya diatur dan distandarkan tapi harus punya kaitan dengan ITS (Intelligence Transportation System).

Jadi, bukan cuma terkait dengan pemesanan secara online tapi pendataan sepeda motor yang dijadikan pengangkut orang lain juga harus jelas dan ada dalam informasi data yang bisa diakses oleh bukan hanya provider tapi juga oleh pemerintah sebagai penanggung jawab penyelenggaraan angkutan umum. Yang harus bisa diakses termasuk standar-standar.

Menurutnya, standar aturan bagi sepeda motor sebagai angkutan umum harus bisa diakses informasinya melalui fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.

Chrysnanda juga menyatakan, kita perlu ada sistem data. Kita di era digital, sistem online yang merupakan cara yang penting untuk dapat mengakses data. Apa yang disampaikan Ellen bukan boleh atau tidak boleh tetapi kita perlu menata karena ini masa transisi.

Ada istilahnya active transportation atau transportasi yang sehat merakyat. Selain menggunakan angkutan umum kita juga berjalan kaki dan bersepeda. Pelayanan prima atau cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, mudah diakses ini juga tuntutan pada era digital. Maka, sistem ITS dan sistem-sistem IT for safety memang menjadi bagian penting dalam keselamatan berlalu lintas.”

“Ingat, keselamatan yang pertama dan yang utama serta tanggyng jawab kita bersama,” tutup Chrysnanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *