Dikenakan Sanksi Pidana. Kakorlantas Ingatkan Masyarakat Tidak Gunakan Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu

Berita

 Tiba di Pos Pantauan kedua di KM 47 B Tol Jakarta-Cikampek, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Istiono, M.H didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin dan Dirut PT. Jasa Raharja Budi Rahardjo disambut langsung oleh Forkopimda Karawang, Dandim, dan Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy. Jumat 15/5/2020.

Kakorlantas mengatakan bahwa penjagaan di pos pengamanan yang dilakukan bersama instansi terkait merupakan sinergitas kebersamaan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini sangat baik. Artinya, Kakorlantas menjelaskan bahwa di pos ini semua bersinergi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran covid-19, termasuk untuk melihat kesiapan petugas kesehatan.

“Nah ini tentunya yang harus kita rawat dan kita kelola dengan bagus supaya apa. pertama sinergitas bagus supaya orang yang mau mudik ini semakin sedikit. dengan demikian kesadaran masyarakat terhadap pencegahan semakin baik,” ujar Kakorlantas.

Kakorlantas juga menjelaskan bahwa situasi hingga saat ini kendaraan yang masuk Jakarta masih normal, serta di dominasi oleh kendaraan angkutan barang. Ia menambahkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri pihak kepolisian akan mempertebal pengamanan, baik di tingkat Polsek, Polres hingga Polda. Termasuk juga di pos pengamanan penyekatan check point.

“Perkembangannya nanti semakin dekat lagi lebaran di check-check point itu kita pertebal lagi kekuatan kita,” ujar Kakorlantas.

Kakorlantas berharap kepada masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan perjalanan mudik terlebih dahulu. Meskipun kini ada pelonggaran PSBB dengan syarat tertentu. Namun Kakorlantas tetap tegas mengimbau masyarakat untuk tidak mudik demi keselamatan diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan sekitar di kampung halaman.

“Beberapa waktu lalu ramai di media sosial soal jual beli surat keterangan bebas Covid-19. Kepala Gugus Tugas juga sudah mengumumkan, bila ditemukan maka akan diproses secara hukum pidana, itu jelas pelanggaran. Oleh karena itu, kita berharap masyarakat tidak mencoba-coba untuk itu, untuk tidak membohongi diri sendiri. Kalau membohongi diri sendiri untuk kepentingan pribadi nanti yang dirugikan banyak sekali. Siapa? keluarganya di rumah serta lingkungannya, bila ia membawa virus covid-19 ke kampungnya,” tegas Kakorlantas Polri.

sumber : ntmcpolri.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *