Dirlantas Polda Sumbar Gelar Vicon Rapat Koordinasi Persiapan Operasi Keselamatan 2020

Berita

Kegiatan rapat pra-ops Operasi Keselamatan 2020 Dirlantas Polda Sumatera Barat diselenggarakan lewat video conference sebagai tindak lanjut pencegahan penularan Covid-19 seperti dalam keterangan tertulis Dirlantas Polda Sumbar.

“Giat lat pra ops seperti biasanya berkumpul di Polda, berhubung kondisi adanya musibah virus corona 19 kita tidak dapat berkumpul, hal ini tidak menjadi kendala namun, lewat vicon inilah kita lakukan rapat”, ujar Kombes Pol. Yofie Girianto Putro, SIK, MH, Dirlantas Polda Sumbar di Ruang Vicon Polda Sumbar, 3 April 2020.

Lebih lanjut Dirlantas juga menekankan pentingnya pelaksanaan operasi dan menghimbau anggota bekerja serius di lapangan.

“Operasi Keselamatan 2020 ini berbeda dari tahun – tahun sebelumnya”, tambah Kombes Pol. Yofie Girianto.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh instansi antara lain Wadir Lantas Polda Sumbar,  Kadishub Prop. Sumbar, Kacab Jasa Raharja Kota Padang, Dinas Kesehatan Prop. Sumbar serta pamen dan pama Ditlantas Polda Sumbar.

Rekomendasi Rakor ini menyatakan agar semua pihak bersama- sama mengajak masyarakat tidak “Pulang Kampung” mengingat situasi lapangan belum menentu dan kota Medan adalah “zona merah” Covid-19. 

Rakor juga  menegaskankan himbauan Kapolda sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 yang tertuang dalam dua langkah, yaitu :

a. Himbauan KAPOLDA bersama rekan-rekan yang lain, agar menghidupkan kembali CCTV yang rusak dan tidak dapat digunakan supaya dapat memantau kemacetan.

b. Bahan untuk melihat kemacetan polres secara keseluruhan. Contoh,ada beberapa titik traffic light tidak jalan ( Simpang Ikan Polres Padang Pariaman).

Dalam keterangan itu, Dirlantas Polda Sumbar memaparkan rencana kegiatan Operasi Ketupat Singgalang 2020, yakni Kapolda akan melaksanakan vicon otomatis Kapolda akan mengundang Gubernur dan Rekan-rekan Dishub/ Jasa Raharja/ Dinas Kesehatan/ SatPol PP untuk memberikan arahan sama- sama dengan Gubernur terkait Operasi tersebut. Ada pun agenda pembahasan nanti antara lain sebagai berikut :

  • Para Kaslan agar menghadirkan Kapolres/ Dandim/bupati/walikota (forkomfinda) agar dapat menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing dengan paparan melewati vicon.
  • Kasat lantas jangan “apatis” setiap kesulitan-kesulitan agar dilaporkan untuk diketahui oleh Kapolda/Gubernur
  • Datakan permasalahan-permasalahan/daerah- daerah macet di wilayah masing-masing. Contoh : rawan macet Padang- Bukittinggi apakah bisa mengatasi kemacetan tersebut.
  • Rekan- rekan kasat lantas siapkan paparan dan kendala serta solusi, masing- masing Kasat Lantas Paparan secara bergantian
  • Kasat Lantas bekerja sama dengan rekan rekan TNI
  • Tanpa bantuan TNI/ Dishub/ Dinas Kesehatan dan lain – lain. Polisi bukan “Superman” tapi harus bekerja sama dengan yang lainnya.
  • Tidak Padang-Bukittinggi saja tapi Kasat Lantas yang lain seperti Pantai Carocok, Painan Pessel. 
  • Pada saat memaparkan saja lancar tapi begitu prakteknya tidak kelihatan. 
  • Koodinasi Dishub untuk masalah Jalur. 
  • Rekan-Rekan kesehatan apakah ada Post-Post kesehatan yang menangani masyarakat yang membutuhkan.
  • Dinas kesehatan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan 
  • Operasi Ketupat berhasil atau tidak diawali dengan Operasi Simpatik agar kerja sama keliatan kompak buat Film-Film/Video dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat, kata-kata tidak perlu banyak. 
  • Agar bersinergi antara kasat lantas/ Dishub/ Jasa Raharja/TNI/Dinas Kesehatan dan lain-lain
  • Kekompakan yang sudah terjalin agar ditingkatkan bila ada kendala dihadapi secara bersama-sama. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *