Dua Pelajar Berboncengan Motor Tewas Ditabrak KA di Probolinggo

Berita Peristiwa

Purbolinggo. Kecelakaan tragis melibatkan sepeda motor dengan kereta api (KA) Sritanjung terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Minggu (22/11) sore.

Kecelakaan bermula saat dua pelajar dari Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ingin menyeberang lintasan KA tanpa palang pintu dengan menggunakan sepeda motor.

Korban adalah Indah Permatasari, 17, dan temannya, Irma Cahyati, 17. Indah langsung meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala. Jasadnya langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo.

Sementara Irma, juga mengalami luka parah di kepala. Saat itu, kondisinya kritis dan langsung dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Beberapa saat setelah mendapat perawatan di IGD, Irma juga meninggal.

Polsuska Daop 9 Jember Muhammad Kholil mengatakan, kecelakaan yang mengakibatkan dua pelajar meninggal itu terjadi sekitar pukul 16.30. Saat itu, kedua korban yang merupakan saudara sepupu itu berboncengan mengendarai Honda Beat warna merah-putih Nopol N 2095 SK.

Mereka berkendara dari selatan ke utara, hingga sampai di KM 93+0, masuk Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih. Tepatnya di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Banjarsari, mereka pun menyeberang  lintasan KA.

Di saat yang sama, melintas KA Sritanjung jurusan Lempunyangan-Banyuwangi dari arah barat ke timur. Diduga, kedua korban kurang berhati-hati saat menyeberang lintasan KA. Sehingga, mereka tidak mengetahui ada KA Sritanjung melintas.

“Kedua remaja putri itu berkendara dari selatan ke utara. Diduga, mereka tidak memperhatikan kondisi perlintasan. Sehingga, mereka langsung dihantam kereta yang melaju dari arah barat ke timur,” kata Kholil.

Terjadi benturan keras dalam kecelakaan itu, hingga motor dan kedua korban terpental. Warga sekitar pun langsung berdatangan ke lokasi kejdaian. Saat itu, warga melihat Irma masih bergerak. Karena itu, Irma langsung dilarikan ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh. Walaupun akhirnya,  Irma meninggal.

Kapolsek Sumberasih, Iptu Suyanto saat dikonfirmasi menjelaskan, kedua korban adalah saudara sepupu. Keduanya sama-sama pelajar kelas 1 SMA.

Mereka pamit keluar sore itu dengan berboncengan menggunakan sepeda motor kakaknya Irma. Namun, belum diketahui siapa yang menyetir motor dan siapa yang dibonceng.

Saat menyeberang lintasa KA tanpa palang pintu, diduga keduanya tidak mendengar ada kereta datang. Sebab, di sekitar lokasi kejadian ada sebuah acara hajatan. Sehingga, suasananya ramai.

“Diduga kurang hati-hati, pengendara motor melintas rel KA tanpa palang pintu itu tanpa menoleh ke kanan atau ke kiri. Selain itu, di timur lintasan ada orang punya hajat. Dimungkinkan suarasound system keras, sehingga suara KA dari arah barat tidak terdengar,” tandas Iptu Suyanto.

sumber radarbromo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *