Ganjil Genap Motor di Jakarta Bakal Diterapkan Jika Terjadi Hal Ini

Berita

Rencana pemberlakukan ganjil genap terhadap sepeda motor di wilayah Jakarta ternyata belum dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Kebijakan Ganjil Genap sepeda motor merupakan rem darurat apabila terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, rencana ganjil genap terhadap sepeda motor memang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 80 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Menurutnya, meski Pergub tersebut sudah diundangkan, pihaknya belum berkordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana penerapan ganjil genal terhadap sepeda motor.

“Kan belum dilaksanakan. Jadi belum ada kordinasi dengan polisi terkait rencana itu,” kata Syafrin, Kamis (27/8/2020).

Dia menjelaskan, ganjil genap untuk kendaraan roda dua memang sengaja dimasukan ke dalam Pergub 80/2020 ini sebagai antisipasi rem darurat sebagaimana yang pernah dijanjikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan apabila kasus positif Covid-19 di Jakarta terus melonjak.

Nantinya, lanjut dia, ganjil genap untuk sepeda motor bakal diterapkan kalau ternyata pembatasan kendaraan roda empat yang berlaku saat ini gagal menekan mobilitas masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

“Apabila ganjil genap saat ini tidak mampu menekan mobilitas warga, maka tentu untuk opsi kendaraan roda dua termasuk penerapannya sepanjang hari itu bisa diterapkan. Kami akan terus evaluasi dan akan berkordinasi dengan kepolisian,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya memperpanjang sosialisasi penerapan ganjil-genap (gage) di kawasan Jakarta, yang artinya penindakan pelanggar gage bakal dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2020. Namun, aturan gage itu tak berlaku bagi sepeda motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *