Hari Pertama Pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Kakorlantas Polri Pantau Pemudik di Posko Cek Poin Tol Japek

Berita

Hari Pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Istiono, M.H melakukan pantauan di dua titik posko cek poin di Tol Jakarta-Cikampek, yakni di KM 33 A dan KM 46 B, Jumat (24//4/20).

Kakorlantas mengatakan bahwa hasil dari pantauannya hari ini di kedua posko tersebut sudah sangat baik dan maksimal dalam menerapkan pencegahan terhadap kendaraan keluar-masuk Jakarta. Hal ini terbukti dari banyaknya kendaraan pemudik yang sudah diberikan sanksi putar balik.

“Dari dua titik pengecekan di dua posko, memang terlihat masih banyak para pemudik yang ingin melintas, tetapi para pemudik juga sudah sadar dan mengikuti arahan dari petugas, jadi tidak terjadi gangguan,” quote Kakorlantas.

Kakorlantas juga menjelaskan bagaimana mekanisme pelaksanaan penyekatan yang dilakukan oleh petugas, yakni dilakukan seleksi kendaraan dimana kendaraan pemudik pasti berbeda dengan kendaraan bukan pemudik. Jika pemudik tetap membandel dengan mencari jalan tikus, akan tetap terjaring di posko cek poin Polres berikutnya. Karena jajaran polres di wilayah sudah menerapkan posko cek poin stretegis. Sehingga sudah tahu jalur-jalur mana saja yang sering digunakan pemudik di setiap tahunnya.

“Karena penyekatan ini fokus pada pemudik, jadi bagi kendaraan yang melintas untuk kerja seperti angkutan karyawan tetap diperbolehkan karena perindustrian harus tetap berjalan demi menjaga perekonomian. Memang sebagian besar hari ini yang terjaring difokuskan kendaraan bus AKAP dan travel yang diputarbalikkan,” quote Kakorlantas.

Sejak tadi malam, hingga Jumat siang, Kakorlantas mengatakan sekitar 1400an kendaraan pemudik sudah diputarbalikkan untuk kembali ke rumah. Sedangkan untuk kendaraan yang akan masuk ke Jakarta sekitar 300 kendaraan sudah diputarbalikkan untuk kembali ke tempat asal.

Kakorlantas berharap kepada masyarakat yang hendak mudik agar memiliki kesadaran karena akan membahayakan orang-orang di kampung halaman jika tetap memaksa untuk tetap melakukan mudik.

“Yang terpenting adalah membuat masyarakat sadar, bahwa bahaya Covid-19 ini jika sampai dibawa pulang oleh pemudik ke kampung halaman. Jadi kita dorong kesadaran pemudik itu sendiri untuk tidak mudik dan tetap menerapkan social distancing dan physical distancing.” quote Kakorlantas.

Selanjutnya Kakorlantas menegaskan, meski ada larangan untuk mudik kepolisian tidak memberikan sanksi pidana atau denda. Operasi Ketupat yang digelar mulai 24 April hingga 31 Mei 2020 lebih mengedepankan langkah persuasif karena operasi ini juga operasi kemanusiaan.

“Dengan memutarbalikkan pemudik itu merupakan sanksi maksimal, jadi tidak ada denda atau hukuman lainnya. Kekecewaan dari pemudik yang tidak bisa kembali ke kampung halaman itu sudah sanksi moril, jadi tidak harus dengan sanksi pidana,” ujar Kakorlantas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *