Ini Cara Memindahkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Berita Keselamatan 2020 Road Safety Sosial

Jakarta – Saat menyaksikan kecelakaan lalu lintas dan menolong korban, kita tidak bisa langsung mengangkat korban ke pinggir jalan. Niat baik menolong orang dengan cara yang salah malah bisa membuat kondisi korban semakin parah. Atas dasar itulah pengetahuan pertolongan pertama para korban kecelakaan wajib kita pahami bersama.

Tapi bagaimana cara menolong korban kecelakaan yang benar tanpa memperparah kondisi korban? Ini tips atau cara yang tepat untuk bisa mengangkat korban kecelakaan dan meminggirkan korban kecelakaan, seperti tertulis dalam makalah ‘Jadilah Penolong Kecelakaan di Jalan, Semua orang bisa jadi Penolong’ yang dikeluarkan World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Germas.

Dikatakan, pemindahan pada setiap korban kecelakaan lalu lintas yang tidak sadarkan diri harus dilakukan oleh minimal 3 orang penolong. Pindahkan korban seperti mengangkat jenazah, jangan memindahkan korban seperti menenteng atau menjinjing.

Posisi Penolong pada saat memindahkan korban adalah satu orang pada bagian atas meliputi kepala sampai bahu, kemudian 1 orang bagian tengah meliputi bagian punggung sampai pantat dan 1 orang selanjutnya bagian bawah mulai dari lutut sampai mata kaki. Terakhir hindari posisi korban menggantung terutama bagian leher/kepala.

Lalu bagaimana jika korban mengalami patah tulang? Jika menemukan situasi ini, pastikan terlebih dahulu korban mengalami patah tulang pada bagian mana dan kita bisa mengetahui dengan melihat tanda-tanda patah tulang.

Seperti terdapat kelainan bentuk pada tungkai atau lengan korban. Selanjutnya patah tulang juga bisa terbuka yaitu tulang terlihat keluar atau pun tertutup. Selain itu hati-hati saat memindahkan korban, berikan pertolongan dengan cara membuat tungkai/ lengan yang patah tidak bergeser.

Jika posisi patah pada tungkai bawah (tulang kaki), lakukan beberapa langkah. Di antaranya:

– Posisikan tungkai atas dan bawah lurus dengan memegang pada sendi lutut dan pergelangan kaki secara lurus.

– Bila ada perdarahan dapat dilakukan penekanan pada lokasi dengan menggunakan kain, baju atau pun lainnya.

– Letakkan tungkai yang telah lurus pada bahan yang keras dengan panjang mulai dari setengah paha sampai mata kaki dan lebar sesuai dengan lebar tungkai dan berikan penahan pada sisi kanan dan kiri dengan panjang yang sama seperti alas.

– Kemudian ikat kuat-kuat setiap penahan tersebut.

– Alas maupun penahan sisi kanan dan kiri dapat berupa dari kardus, ranting pohon, balok kayu, dan lain- nya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

– Pastikan korban tetap stabil sampai bantuan tiba.

– Bila patah tulang terbuka dan terdapat tulang atau bagian yang lepas, jangan dimasukkan ke dalam luka tersebut, masukkan bagian yang terlepas ke dalam wadah (plastik) dan diserahkan ke petugas medis.

Langkah yang tidak terlalu berbeda jika detikers bertemu dengan kondisi korban mengalami patah lengan bawah, langkah-langkah yang tepat juga perlu dilakukan diantaranya:

– Posisikan lengan bawah lurus dengan cara mengangkat lengan pada siku dan pergelangan tangan dengan punggung tangan menghadap atas/ bawah.

– Bila ada perdarahan dapat dilakukan penekanan pada lokasi dengan menggunakan kain, baju atau pun lainnya.

– Letakkan lengan pada alas yang cukup keras dengan panjang melewati siku dan sampai ujung jari.

– Ikat alas dan penahan kiri dan kanan secara melingkar di mana lengan yang patah berada diantaranya.- Berikan penahan sisi kanan dan kiri dengan bahan yang sama kerasnya dengan panjang yang sama dengan alas.

– Alas maupun penahan sisi kanan dan kiri dapat berupa dari kardus, ranting pohon, balok kayu, dan lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

– Bila ada organ tubuh yang terlepas, jangan dibiarkan tetapi tempatkan pada wadah yang kering dan segera berikan kepada petugas medis yang ada. (Red-RS)

Rewrite oto.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *