Ini Klasifikasi Jalan Raya Menurut Fungsinya

Berita Road Safety

Jakarta. Jalan raya sebagai prasarana pengguna dan angkutan Jalan digunakan sebagai prasarana lalu lintas . Siapa saja bisa menggunakan bahkan melewati jalan raya.

Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, jalan dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni berdasarkan fungsi dan jenisnya. Jenis jalan raya berdasarkan fungsinya adalah jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal dan jalan lingkungan.

Sementara untuk jenis jalan raya berdasarkan statusnya adalah jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa.

Jika melihat dari fungsinya, jalan bisa dibedakan menjadi empat jenis, yaitu jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal serta jalan lingkungan. Jalan arteri Dikutip dari UU Nomor 38 Tahun 2004, jalan arteri merupakan jalan umum yang dapat digunakan oleh kendaraan angkutan.

Ciri-ciri utama dari jalan arteri adalah jarak perjalanannya jauh, kecepatan kendaraan tergolong tinggi, serta dilakukan pembatasan secara berdaya guna pada jumlah jalan masuk.

Jalan arteri dibagi menjadi dua, yakni jalan arteri primer serta jalan arteri sekunder. Berikut penjelasannya:

Jalan arteri primer   Jalan arteri primer menghubungkan secara berdaya guna antara kegiatan nasional dengan kegiatan wilayah. 

Kecepatan kendaraan paling rendah adalah 60 kilometer per jam. Ukuran lebar badan jalan minimal 11 meter.

Lalu lintas kendaraan di jalan arteri primer tidak boleh diganggu oleh lalu lintas ulang alik, lalu lintas dan kegiatan lokal serta tidak boleh terputus di area perkotaan.

Jalan arteri sekunder

Jalan arteri sekunder mengubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder ke satu serta kawasan sekunder kedua. Kecepatan kendaraan paling rendah adalah 30 kilometer per jam.

Ukuran lebar badan jalan adalah minimal 11 meter. Lalu lintas cepat tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat.

Jalan kolektor

Mengutip dari UU Nomor 38 Tahun 2004, jalan kolektor merupakan jalan umum yang ditujukan untuk kendaraan angkutan pengumpul atau pembagi.

Ciri utama dari jalan kolektor adalah jarak perjalanannya sedang, kecepatan kendaraannya sedang serta adanya pembatasan pada jalan masuk.

Jalan kolektor dibagi menjadi dua, yakni jalan kolektor primer dan jalan kolektor sekunder. Berikut adalah penjelasannya:

Jalan kolektor primer Jalan kolektor primer mengubungkan secara berdaya guna antara kegiatan nasional dengan kegiatan wilayah. Kecepatan kendaran paling rendah adalah 40 kilometer per jam.

Ukuran lebar badan jalan adalah minimal 9 meter. Dilakukan pembatasan pada jalan masuk. Jalan kolektor sekunder Jalan kolektor sekunder menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder kedua dan kawasan sekunder ketiga. Kecepatan kendaraan paling rendah adalah 20 kilometer per jam.

Jalan lokal

Dikutip dari UU Nomor 38 Tahun 2004, jalan lokal merupakan jalan umum yang ditujukan untuk kendaraan angkutan lokal. Ciri utama dari jalan lokal adalah jarak perjalanannya dekat, kecepatan kendaraan tergolong rendah serta adanya pembatasan pada jalan masuk.

Jalan lokal dibagi menjadi dua, yakni jalan lokal primer dan jalan lokal sekunder. Berikut penjelasannya:

Jalan lokal primer Jalan lokal primer menghubungkan antara kegiatan nasional dengan kegiatan lingkungan. Kecepatan kendaran paling rendah adalah 20 kilometer per jam.

Jalan Lingkungan

Jalan lingkungan dibagi menjadi dua, yakni jalan lingkungan primer dan jalan lingkungan sekunder. Berikut adalah penjelasannya:

Jalan lingkungan primer

Jalan lingkungan primer menghubungkan kegiatan di kawasan pedesaan dengan lingkungan kawasan pedesaan. Kecepatan kendaraan paling rendah adalah 15 kilometer per jam.

Ukuran lebar badan jalan untuk kendaraan bermotor roda tiga atau lebih adalah 6,5 meter. Sedangkan ukuran lebar jalan untuk kendaraan tidak bermotor dan tidak beroda tiga atau lebih adalah 3,5 meter.

Jalan lingkungan sekunder

Jalan lingkungan sekunder menghubungan kegiatan di kawasan pedesaan dengan kawasan perkotaan. Kecepatan kendaraan paling rendah adalah 10 kilometer per jam. Ukuran lebar badan jalan untuk kendaraan bermotor roda tiga atau lebih adalah 6,5 meter. Sedangkan ukuran lebar jalan untuk kendaraan tidak bermotor dan tidak beroda tiga atau lebih adalah 3,5 meter.

sumber : kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *