“Kamsel Talk ” Ferry Maryadi : Maut Tidak Melihat Jarak !

Road Safety

Guna mensosialisasikan road safety pada komunitas motor besar, Dirkamsel Korlantas Polri mengundang Ferry Maryadi, seorang artis sinetron yang juga penggiat kendaraan motor besar di Jakarta dalam acara “Kamsel Talk”. Acara ini dipandu langsung oleh Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen. Chryshnanda Dwi Laksana.

Ferry Maryadi dalam Podcast “Kamsel Talk” Korlantas Polri ini yang ditayangkan di Youtube 21 Sept 2020 lalu bercerita awal mula menekuni hobi motor sampai menjadi penggiat motor besar.

“Mengawali main motor dulu mulai tahun 1989,saya masih SD belajarnya di garasi rumah, belum berani keluar ke jalan raya”, cerita Ferry Maryadi saat hadir sebagai bintang tamu dalam “Kamsel Talk”

Ferry juga bercerita dirinya menekuni safety riding dengan motor besar (moge) pada tahun 1994 – 1995 semasa kuliah.

“Selama menekuni hobi motor kira-kira apa yang dihadapi, karena tidak semua teman- teman Mas Ferry sepaham?”, tanya Dirkamsel.

Menjawab pertanyaan itu, Ferry mengatakan terkadang tidak semua teman – temannya di komunitas sepaham dengan dirinya tentang penggunaan ‘gear” safety riding dalam hal ini helm. Ferry secara pribadi mengatakan berusaha menggunakan peralatan safety riding meski berkendara jarak dekat.

“Mereka berpikir begini dari rumah ke warung, mini market doang beli rokok, masa pakai helm”, ujar Ferry mencontohkan pendapat beberapa temannya soal penggunaan helm di sekitar rumah.

Sebagai anak motor Ferry sering mengingatkan teman – temannya soal helm, menurut Ferry maut tidak mengenal jarak.

“Gimana sih lu sebagai anak motor yang namanya maut itu nggak lihat jarak”, ujar Ferry kepada teman- temannya.

Menanggapi itu Dirkamsel menggarisbawahi bahwa maut itu tidak melihat jarak, waktu dan siapanya.

“Maut itu tidak melihat jarak, waktu dan melihat orang juga”, tambah Chryshnanda.

Chryshnanda juga menambahkan pernyataan Ferry bahwa kita perlu kampanye road safety agar tidak menjadi korban sia – sia di jalan raya.

“Kesalahan kecil ketika didiamkan, permisif kita, kadang kita yang mengingatkan malah disalahkan”, kata Dirkamsel menanggapi cerita Ferry.

Dalam kesempatan itu Ferry mengatakan komunitas motor besarnya selalu berusaha menaati peraturan lalu lintas, seperti tidak melanggar lampu merah, tidak minta pengawalan dan membayar pajak kendaraan bermotor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *