Lalu Lintas Searah di Sekitar Malioboro Akan Diteruskan

Berita Road Safety

YOGYAKARTA. Perubahan arus lalu lintas menyusul penerapan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor kemungkinan besar akan terus dilanjutkan agar masyarakat tak kebingungan.

Sejak 3 November, ketika uji coba jalur pedestrian Malioboro diterapkan, lalu lintas di sekitar Malioboro berubah menjadi sistem giratori atau berlawanan jarum jam. Arus di jalan utara, barat, dan timur Malioboro menjadi satu arah.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan sistem giratori ini tidak akan berhenti pada 15 November saat uji coba Malioboro khusus untuk jalur pedestrian berakhir. Jika diubah lagi, masyarakat yang akan kebingungan dan butuh penyesuaian lagi.

“Membalikkan sesuatu nanti susah lagi,” katanya, Rabu (11/11/2020).

Evaluasi pada sistem lalu lintas giratori atau berlawanan dengan jarum jam di jalan sekitar Malioboro, menurutnya sudah cukup lancar. Hanya ditemukan beberapa titik kemacetan dan pengguna jalan yang masih kebingungan. Titik kemacetan terjadi di simpang Ngabean dari ruas Jalan Suprapto. Adapun pengguna jalan masih sering kebingungan di simpang Melia Purosani dari ruas Jalan Juminahan.

Ia melihat terjadinya kemacetan di simapang Ngabean disebabkan karakter persimpangan tidak simetris. “ Orang dari utara enggak bisa lihat dari timur,” ungkapnya.

Di simpang Melia Purosani, pengendara dari Jalan Juminahan masih sering hendak belok kiri ke Jalan Mayor Suryotomo. Sementara pengendara dari Jalan Suryotomo masih belum terbiasa dengan ruas sisi timur sehingga sering kosong. Untuk itu. Untuk itu aka nada penambahan beberapa infrastruktur seperti rambu.

“Masyarakat Jogja diharapakan bisa beradaptasi dengan giratori. Kendaraan motor itu makin lama makin banyak sedangkan jalan tidak tambah. Ini yang perlu pemahaman kita bersama. Kalau terjadi kemacetan, waktu terbuang, kedua polusi, ketiga keberlanjutan kota, apakah jadi menarik? Itu butuh proses,” kata dia.

Sementara, durasi penerapan uji coba jalur pedestrian Malioboro mulai Kamis (12/11/2020) akan dipendekkan, yakni menjadi pukul 17.00-22.00 WIB, atau dipangkas setengah hari. Masukan dari berbagai pihak serta timbulnya sejumlah persoalan persoalan seperti kemacetan lalu lintas di sekitar Malioboro menjadi bahan evaluasi.

Uji coba telah berjalan sembilan hari dari 13 hari yang ditargetkan. Sejumlah pihak telah memberi masukan, bahkan protes, mulai dari pengemudi becak motor (bentor), pedagang kaki lima (PKL), hingga pemilik toko di kawasan Malioboro. Pemda DIY dan Pemkot Jogja kemudian melakukan penyesuaian. (Red-RS)

Repost harianjogja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *