Lawan Arus, Sopir Bus Dikeroyok Massa

Berita Peristiwa

Ulah sopir bus P.O. Dali Mas yang ngeblong ( memaksa mendahului kendaraan di depan, dan melawan arus) membuat warga Lamongan, Jawa Timur kesal dan marah.

Dari video yang diunggah akun instagram @lamongan.update, tampak warga kesal dengan ulah sopir bus. Sopir bus itu sampai dikeroyok massa.

Lalu lintas di jalan itu memang terlihat macet. Mungkin karena itu sopir bus Dali Mas ngeblong sampai melawan arus.

“Video di jl provinsi, plaosan, babat, lamongan. Antara supir Bis Dali mas dan warga. Supir Bis ambil jalur kanan saat kondisi jalanan macet. Dua hari sebelumnya juga sudah terjadi kerusuhan antara supir truk dg PO Dali Mas juga,” tulis @lamongan.update.

Terlihat dalam video beberapa warga menghalau laju bus yang melawan arus. Sopir bus pun dipaksa turun dan dikejar oleh warga. Warga yang kesal dengan ulah sopir bus itu mengeroyok sopir bus. Beberapa warga juga memukuli bus yang melawan arus ini.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengatakan wajar jika warga dibuat kesal dengan ulah sopir bus yang melawan arus itu. Sebab, bus yang melawan arus itu berisiko kecelakaan yang bisa menimbulkan korban jiwa.

“Bus/truk itu kalau terlibat kecelakaan nyumbang korban nyawanya besar,” kata Sony, Jumat (4/12/2020).

Sony setuju pelanggar hukum harus dihentikan. Sebab, kalau dibiarkan pelanggar seperti sopir bus yang melawan arus ini bisa menimbulkan kecelakaan.

“Kalau dibiarkan, mereka, driver pencabut nyawa, tidak akan berhenti berulah dan kecelakaan tinggal tunggu waktu,” ujar Sony.

Hanya, Sony menekankan agar warga tidak main hakim sendiri. Serahkan semuanya kepada pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian.

“Menurut saya yang harus menyetop secara hukum adalah polisi. Tapi mungkin karena polisi tidak bertindak, akhirnya masyarakat yang bertindak, main hakim sendiri,” kata Sony.

Sony menyarankan, jika warga atau pengendara lain bertemu dengan pelanggar lalu lintas, sebaiknya foto dan laporkan. Dia tidak menyarankan untuk melawan karena kita bukan penegak hukum.

“Pelanggar lalu lintas cepat atau lambat pasti kena batunya. Tapi kalau seperti video bus yang viral, wajib disetop, karena bisa menyebabkan korban nyawa,” ucap Sony.

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *