Literasi Kesehatan: Pengetahuan dan Kemampuan Medis bagi Petugas Lapangan

Road Safety

Pandemi Covid 19 membuat pelayanan medis kewalahan. Petugas lapangan bahkan para pekerja-pekerja pada lini terdepan sebatas bermodal masker sarung tangan dan nekad sebagai wujud keberaniannya. Pada masa kolonial sangat sedikit dokter yang ada, maka dilatih dan didiklah mantri sebagai tenaga medis yang menggantikan dokter di berbagai pelosok.

Baca juga: Balik Kampung : Apa Dan Bagaimana Polisi Menjalankan Pemolisiannya?

Pata mantri ini benar-benar dapat melayani bahkan menjembatani rumah sakit dengan pasien. Para mantri berkeliling “door to door” melayani warga masyarakat yang jauh dari rumah sakit atau di pedesaan..

Pada masa pandemi Covid-19 para petugas lapangan mereka sebagai pejuang kemanusiaan pilar terdepan melayani masyarakat tidak menutup kemungkinan akan tertular dan menjadi korban. Dokter perawat tenaga medis pun banyak yang tertular bahkan meninggal. Yang memahami kesehatanpun dapat tertular apalagi petugas-petugas lainya tentu mereka akan sangat rentan tertular.

Alat pelindung diri sangat terbatas, masker semua mengenakan tidak semua wilayah dapat dijangkau penyemprotan infektan. Tempat-tempat publik sangat rentan menjadi penyebar Covid-19. Para pekerja “ride hailing” tidak semuanya dapat dijamin aman dari serangan Covid-19. Berita-berita hoax yang membingungkan dan menyesatkan semakin memperkeruh suasana.

Parno dan “phobi” menjadi serangan psikis masyarakat. Sikap warga yg tdk patuh anjuran pemerintah membuat semakin meluasnya pandemi Covid-19. Pulang kampung menjadi keresahan baru bahkan ada pimpinan daerah yang dengan terpaksa mengqmbil keputusan “lock down” di wilayahnya.

Para petugas lapangan memang secara fisik psikis dituntut sehat dan mereka memerlukan pengetahuan dan ketrampilan medis untuk :

  1. Menjaga diri agar tidak mudah tertular atau menjadi penular
  2. Bagaimana mengatasi apabila dirinya lingkungannya dan keluarganya tertular
  3. Bagaimana membersihkan diri peralatan yang digunakan maupun ruangan atau kantor atau lingkungannya untuk melayani masyarakat
  4. Bagaimana memberikan bantuan sebagai tindakan pertama di tempat kejadian. Apa bagimana akan di bawa ke mana dengan apa kontak siapa.
  5. Bagaimana mentransformasi warga untuk paham akan Covid-19 dan mengajak masyarakat patuh aturan
  6. Bagaimana membantu bagi keluarga tenaga medis yg berjuang memberikan pelayanan para penderita Covid-19
  7. Bagaimana menangani apabila ada yang tiba tiba meninggal akibat Covid-19
  8. Bagaimana memberdayakan warga dan mitra-mitranya untuk menjaga dan membersihkan lingkungannya
  9. Bagaimana mendokumentasikan dan membuat laporan dan sebagainya yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan

Pengetahuan dan ketrampilan sebagai medis bisa dilakukan oleh para ahli di bidang kesehatqn bidang virus bidang penyakit menular bidang penanganan darurat dan sebagainya secara “choaching” maupun “training” walaupun dengan cara on line.

Materi-materi yang menjadi pedoman dan mentor-mentor atau trainer-trainer yang akan memberikan materi maupun tutorial disiapkan. Materi-materi dapat dibuat melalui poster, leaflet, meme, film-film pendek, dan sebagainya yang di-share melalui berbagai media.

Para trainer atau tutor terus melakukan mentoring memonitor atau bahkan mengevaluasi apa yang telah dan sedang dilakukan. Para petugas lapangan tidak di lepas begitu saja namun ada pantauan dan “back up” dari posko sebagai pusat K3I atau “call centre ” yang akan membantu menjembatani atau memberikan solusi informasi komando dan pengendalian.

Tatkala kondisi rumah sakit tidak lagi mampu menangani apa yang harus dilakukan atau setidaknya isolasi mandiri atau cara mengamankan menjaga stamina dan kesehatan tetap terus dibutuhkan. Literasi medis menjadi bagian dari menyiapkan petugas-petugas lapangan tetap sigap dan tanggap dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Pengetahuan ketrampilan dan kemampuan medis setidaknya membuat petugas lebih percaya diri profesional dalam melayani masyarakat dan sebagai upaya meminimalisir petugas menjadi korban penularan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *