Membangun Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Harus Dimulai Dari Pembangunan Infrastruktur

Road Safety

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan bahwa upaya untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas atau budaya patuh hukum harus dimulai dari pembangunan infrastruktur yang dapat mengontrol atau mengawasi bahkan memaksa pengguna jalan menaati peraturan.

“Sistem penegakan hukum yang tegas dan berkaitan dengan Demerit Point System,” kata Brigjen Chryshnanda melalui siaran pers, di Jakarta, Senin (13/1).

Ia juga menekankan perlunya pendidikan tentang keselamatan berlalu lintas yang diterapkan sejak dini.

“Sistem untuk pendidikan keselamatan pun sudah menjadi bagian dari long life education dan dilakukan sejak usia dini,” katanya.

Hal tersebut penting karena ketertiban berlalu lintas mencerminkan budaya bangsa.

“Lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas, sering dipandang sebelah mata, atau dimaklumi bila terjadi masalah lalu lintas,” tutur Chryshnanda menambahkan.

Ia juga menyesalkan masih banyaknya pengendara yang tidak merasa bersalah saat melanggar aturan lalu lintas.

“Sering kita melihat orang tanpa rasa berdosa terus melakukan pelanggaran (lalu lintas). Lupa bahwa lalu lintas adalah urat nadi kehidupan yang berarti harus aman, selamat, tertib dan lancar. Berlalu lintas selain wajib peduli akan keselamatan bagi dirinya, juga bagi orang lain. Toleransi, empati, peduli merupakan refleksi kesadaran berlalu lintas. Kesadaran inilah menjadi cermin dari peradaban suatu masyarakat, bahkan suatu bangsa,” ujar dia.

Maka dari itu menurutnya para pengemudi perlu untuk memenuhi standar kompetensi tertentu sebelum dapat memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sistem pendidikan keselamatan dan sistem uji SIM yang mampu memberikan standar kompetensi bagi para pengemudi dan calon pengemudi,” ucapnya.

Ia berharap agar kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas ke depannya semakin meningkat sehingga dapat mewujudkan lalu lintas yang aman.

“Kesadaran, tanggung jawab dan disiplin dalam berlalu lintas menjadi refleksi dari tingkat budaya dan modernitas suatu bangsa dalam membangun urat nadi menjadi aman,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *