Menang Mukti, Kalah Mati

Berita

Di jaman revolusi kemerdekaan pekik ” merdeka atau mati” menjadi teriakan dan jargon di mana mana sebagai tanda spirit bangsa yang ingin merdeka. Di masa pandemi covid 19 kematian seakan sudah di depan mata siap menerkam siapa saja. Spirit menang dan selamat di masa pandemi ini perlu dipekikkan. Tatkala lemah hanyut maka akan dilibas covid. Antara hidup dan mati menjadi pergulatan hingga pergumulan hidup. Korban terus berjatuhan dan semangat hiduppun kadang ikut meredup. Pekik untuk tetap hidup terus digelorakan. Apapun yg terjadi. Semua harus dihadapi. Pasukan kamikaze dari Jepang dengan semangat tempur tinggi menjadikan pesawat dan dirinya menjadi bom penghancur kapal kapal pasukkan sekutu.

Menang mukti kalah berarti mati. Kalau ingin berjaya harus menang dan tidak boleh mati. Spirit untuk hidup ini dibuktikan oleh para pekerja seni yg kreatif inovatif walau di masa pandemi. Seni menjadi solusi untuk mukti. Menang atas kematian. Seni menjadi imun untuk bertahan hidup. Tetap dan terus berkaya menjadi obat jiwa untuk bahagia. Kebahagiaan jiwa menjadikan hati penuh suka cita yg membuat harapan untuk hidup semakin besar. Tak ada yang tahu pandemi ini sampai kapan. Perjuangan panjang harus dilalui. Seni menjadi solusi membuat gembira di hati.

Seni spirit untuk mukti yang berarti mampu melompati kematian melewati masa sulit pandemi. Mukti bukanlah jargon melainkan proses perjuangan menghadapi jalan kehidupan berliku penuh kerikil tajam yang setiap saat dpt menyambut kematian. Berkarya dalam masa pandemi bukan ngeri ngeri sedap melainkan sedap melibas kengerian. Berseni membuka pikiran jiwa dan hati untuk menembus kabut pandemi yng begitu mencekam. Hidup adalah anugerah, jangan sia siakan. Karena pendek cepat dan tak berulang. Seni jalan mukti dalam menghadapi masa pandemi yang sarat dengan kesulitan kesedian bahkan kematian.

Cdl
Sayup sayup hembusan dalam kegelapan malam 130721

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *