New Normal

Berita

Oleh : Prof. DR. Chrishnanda DL, M.Si

“New Normal” menjadi issue penting yang muncul disaat pandemi Covid 19 tahun 2020. Konteks “new normal” dapat dipahami sebagai pola hidup baru atau tatanan hidup baru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan maupun di dalam berbangsa dan bernegara.

Ada era yang dianggap sebagai kebaruan atau pembaharuan yang bisa berbeda atau bahkan bertentangan dengan pola yang lama. Sebagai contoh penyadaran untuk tidak bergerombol atau berkumpul atau menjaga jarak namun komunikasi dan proses pemenuhan kebutuhan tetap berjalan dengan bantuan media. Bekerja bisa dari rumah belajarpun demikian. Rumah menjadi centre kegiatan sosial kemanusiaan.

Pada tempat2 umum dibuat atau diwajibkan memenuhi protokol2 entah itu protokol kesehatan atau protokol sosial lainnya.

Pandemi Covid 19 ini benar2 menghantam kehidupan terutama pd hubungan sosial travelin atau transportasi. Cara-cara konvensional manual parsial sedikit demi sedikit mulai tergeser mjd sistem terhubung atau on line yang berbasis pada elektronik. Sistem big data mau tidak mau harus dibangun, karena tanpa data akan lemah dan tidak dapat berbuat apa apa.

Hidup di balik layar menjadi kebutuhan segala informasi, komunikasi, pekerjaan dan lain-lain berbasis pada kegiatan-kegiatan yang dikelola back office , aplication dan network. Back office sebagai operation room akan menjadi pusat konunikasi, koordinasi , komando pengendanlian dan informasi yang mengolah data dan menghasilkan algoritma dalam bentuk info grafis info virtual info statistik yang real time on time dan any time. Data yang ada di back office merupakan sistem-sistim yang digerakkan atau diinput atau di-recognize dari sistem aplikasi yang berbasis pada IOT dan AI serta terhubungkan dalam network atau jejaring. Semua itu dibangun tentu dengan standar yang prima. Yang cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses.

New era dalam hal tersebut dapat dipahami adanya tata kehidupan yang berbasis pada sistem-sistim on line atau terhubung yang berbasis elektronik. Berbasis pada upaya pembangunan big data dan one gate service. Tatkala pemahaman tersebut diimplementasikan maka pelayanan-pelayanan publik akan berangsur-angsur merayap ke pelayanan virtual. Dunia virtual akan menguasai dunia aktual dengan menggeser pola “alkemis konvensional”.

Tatkala pelayanan secara virtual di bidang keamanan, keselamatan, informasi, administrasi, hukum dan kemanusiaan secara virtual maka bid data akan menjadi pilar dasar dan implementasinya ada lemungkinan terjadi hal-hal yang bersifat kontra produktif.

Di dalam “new normal” ini bukan sebatas cyber crime atau kejahatan saja yang dilihat namun juga ada perawatan atas sistem2 yang dibangun dan updating beserta upgrading sistem. Kalau tidak maka akan tertinggal atau ditinggalkan atau malah-malah bisa diacak-acak oleh penjahat-penjahat siber. Di sinilah cyber security menjadi hal penting dalam merawat atau memberdayakan data yang ada dalam wujud algoritma. Cyber cops. cyber troops memang harus dibangun. Kedaulatan siber atau mayantara ini haruss dijaga membangun sistem-sistim untuk mampu sebagai “alkemis” juga sangat menjadi jaminan di dalam menjaga mengamankan menata mengatasi meng-update dan merehabilitasi bahkan mengcounter segala sesuatu yang kontra produktif dibidang cyber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *