Operasi Ketupat 2020, Polda Metro Jaya Tindak 228 Travel Gelap

Berita

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya selama penerapan larangan mudik telah menindak sebanyak 228 kendaraan travel gelap, yang digunakan untuk mengangkut pemudik. Penangkapan itu dilakukan sejak tanggal 24 April 2020 dimulainya pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Yugo mengatakan, dari ratusan kendaraan tersebut pihaknya berhasil menggagalkan 1.389 pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya.

“Sejak operasi ketupat berlangsung tanggal 24 April 2020 Polda Metro Jaya telah mengamankan 228 kendaraan, yang mengangkut penumpang sebanyak 1.389,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Senin (11/5/2020).

Dirlantas menjelaskan, ratusan kendaraan tersebut diamankan diberbagai lokasi baik di jalan tol maupun di jalur arteri. Namun paling banyak mereka tertangkap di jalur tikus.

“Paling banyak di jalur tikus, karena kita sudah mapping pergerakan mereka dan bisa kita amankan,” tuturnya.

Lokasi tujuan para pemudik sendiri, kata dia tersebar di tiga wilayah baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurutnya hampir seluruh kota di tiga provinsi tersebut menjadi tujuan bagi pemudik.

Para travel gelap tersebut banyak yang menawarkan jasanya melalui media sosial dan dari mulut ke mulut. Tarif yang dipatok pun bervariasi dan lebih mahal dari harga normal.

“Untuk harga tiket memang cukup mahal bisa tiga kali diatas normal, seperti ke Brebes Rp500 ribu padahal normal Rp150 ribu, ada yang Rp700 ribu,” jelasnya.

Dirlantas menambahkan, saat ini ratusan pengemudi kendaraan travel gelap tersebut telah diamankan oleh petugas dan dikenai sanksi tilang. Sementara itu para penumpang yang diamankan sudah dikembalikan kerumahnya masing-masing.

Adapun sanksi tilang itu sendiri merujuk pada pasal 308 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum yang tidak memiliki izin mengangkut orang tidak dalam trayek maka dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

sumber : ntmcpolri.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *