Pahlawan Patriot Bangsa

Berita Peristiwa Road Safety Sosial

Pahlawan bagi bangsa Indonesia sangat beragam, dari para pejuang kemerdekaan, proklamator, pahlawan revolusi, pejuang kemanusiaan, pahlawan tanpa tanda jasa, patriot seni budaya, para pahlawan lokal hingga pahlawan tak dikenal telah menorehkan tinta emas bagi bangsa ini.

Para pahlawan merupakan orang-orang yang mencintai dan bangga pada tanah air dan bangsanya. Perjuangannya menunjukkan keberanian di dalam memerdekakan hingga mencerdaskan kehidupan bangsanya tak kenal lelah dengan komitmen dan konsistensi bagi bangsanya.

Upaya meningkatkan kualitas hidup ini yang menjadi benang merahnya. Berjuang agar rakyat berdaulat, berdaya tahan, berdaya tangkal hingga mampu berdaya saing terhadap bangsa lain, para pahlawan merupakan patriot-patriot bagi peradaban. Mereka tulus dan tanpa pamrih dalam melawan ketidakadilan, penindasan, oligarki, hegemoni atas hidup dan kehidupan serta harkat dan martabat bangsanya.

Para pahlawan pejuang perintis kemerdekaan sejak jaman pra kemerdekaan telah melakukan perlawanan secara politis, ekonomis hingga perlawanan fisik dalam pertempuran.

Para pahlawan dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas sadar bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk merdeka. Proklamator Soekarno dan Hatta bersama sama para pahlawan dan pejuang lainnya dengan berani secara politis dan konstitusional mempersiapkan kemerdekaan hingga memproklamirkan. Di era agresi militer para pahlawan dengan gagah berani melawan kembalinya NICA yg membonceng sekutu walaupun bersenjata bambu runcing dalam perang gerilya. Para pahlawan pembebasan Papua juga tak kalah pentingnya dalam perjuangan bagi bangsa Indonesia begitu juga para pahlawan revolusi, yang menjadi korban kebiadaban dan menjadi ikon atas Kesaktian Pancasila.

Merekalah para pejuang kemanusiaan yang dengan gigih melawan ketidakadilan di era reformasi, para guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa sebagai patriot yang mencerdaskan melalui pendidikan, para seniman dan budayawan sebagai patriot peradaban melalui gerakkan seni budaya, para local heroes sebagai informal leaders yang aktif dan berjuang mewujudkan dan menjaga keteraturan sosial dan banyak lagi pahlawan tak dikenal atau yang terlupakan.

Nama baik mereka dan perjuangan mereka tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa ini. Mungkin saja secara materiil maupun non materiil bisa saja dilupakan namun buah karya atau kerja kerasnya akan tertanam dalam sanubari dan ingatan masa.

Semangat para pahlawan adalah berjuang demi kemerdekaan, keadilan, kemanusiaan, keteraturan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengangkat harkat dan martabat manusia. Merekalah para pejuang bagi meningkatnya kualitas pelayan publik yang prima yang mampu sebagai anti korupsi, reformasi birokrasi jg merupakan kekuatan bangsa.

Para pahlawan memiliki keutamaan yang setidaknya mencakup komitmen konsistensi, semangat, kesadaran serta welas asih bagi bangsa negara, masyarakat dan kemanusiaan. Bisa saja para pahlawan pada awalnya dianggap sebagai pemberontak, pengacau, pengganggu kemapanan dan kenyamanan namun sejarah membuktikan bahwa pahlawan sebagai patriot bangsa tak lekang ditelan zaman.

Becik ketitik olo ketoro. Apa yang baik dan benar menjadi kekuatan dan energi baru bagi kesadaran, ketangguhan dan kekuatan bagi bangsanya untuk berdaulat, berdaya tahan, berdaya tangkal hingga berdaya saing.

Bangsa ini memiliki banyak sekali patriot yang berani nggetih bagi bangsanya. Walau tidak semulus seperti apa.yang diharapkam dalam perjuangannya. Bisa saja mereka ditolak,dicemooh, difitnah, didiskriminasi dibuli bahkan disalahkan dan dikorbankan. Namun, itulah perjuangan yang memerlukan proses panjang dengan keberanian, kegigihan, daya tahan, konsistensi dan setia pada komitmennya. Waktu akan membuktikan, bagi yang mapan, aman dan nyaman tentu akan tergerus jaman karena kemunafikkan.

Kecurangan dan kebusukkan akan terungkap. Bagai menerima karma dan dilibas kemajuan dan akan menjadi tanda kekelaman yang membekukan dan merusak peradaban. Pahlawan sebagai patriot tidak mempedulikan apapun rintangan termasuk dirinya sendiri siap dan rela menjadi korban atau dikorbankan. “Gusti Allah mboten sare.” Semua akan terkuak dan yang waras akan terus menjadi alkemis. Waktu yang akan membuktikan.

Jakarta, 10 nopember 2020
Selamat Hari Pahlawan

(CDL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *