Polisi Bersihkan Sampah dan Batu di Jalanan Usai Bentrok

Peristiwa

Ambon, Maluku – Hari ini Kamis (8/10/20) telah terjadi unjuk rasa menolak menolak pengesahan UU Omnibus, salah satunya berlokasi di Ambon. Sayang, aksi ini berlanjut bentrok antara mahasiswa, aparat keamanan, dan warga sekitar Redah.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Maluku Melawan (GERAMM) melempari petugas menggunakan botol air mineral dan batu. Bahkan masyarakat sekitar terkena dampak kejadian ini.

Usai kejadian Wakapolda Maluku, Brigjen. Jan Leo de Fretes langsung bereaksi cepat dengan memimpin langsung ratusan personil Polda Maluku dan Polresta Ambon, untuk melakukan pembersihan sampah dan batu, sisa kejadian naas tersebut.

Sampah dan batu berserakan di sepanjang kawasan depan kampus Universitas pattimura. Dengan segera personil Polda Maluku mengangkat sampah tersebut.

“Kita harus jaga kebersihan, olehnya itu sampah-sampah yang ditimbulkan oleh bentrok tadi (mahasiswa, petugas keamanan, dan warga) semua dibersihkan,” ujar alumnus AKPOL 1988 B, kepada media dikutip dari ameksOnline, saat beliau berada di depan kampus Unpatti, Kamis sore.

“Giat bersih jalanan atau di lokasi bentrokan itu atas perintah Kapolda Maluku Irjen Baharuddin Djafar,” Wakapolda Maluku menjelaskan. “Kita bersihkan sebab ini jalanan. Apalagi banyak batu ditengah jalan yang dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan. Semua dibersihkan,” imbuh Wakapolda Maluku.

“Sebelum kita tinggalkan lokasi itu (depan kampus Unpatti), sampah-sampah harus dibersihkan biar masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut merasa aman dan nyaman.” tandas jenderal polisi asli berdarah Maluku ini

Brigjen. Jan de Fretes menambahkan, selain batu dan sampah-sampah lain, ternyata terdapat pecahan botol kaca, sehingga penting seluruhnya dibersihkan dengan segera. (red-LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *