Polisi dan Pemolisian Ideal

Berita

oleh : Chryshnanda Dwi Laksana

Prof. Satjipto Rahardjo menuliskan polisi yang ideal adalah polisi yang cocok dengan masyarakat yang dilayaninya. Makna cocok ini tentu luas dan multi interpretasi. Kecocokan ini ada atas dasar saling memahami, saling memberi dampak atau kemanfaatan, tidak saling mencurigai, ada sesuatu yang membuat aman nyaman di antara mereka.

Pada konteks polisi dengan pemolisian cocok ini dapat dipahami dengan membangun pemolisian yang sesuai dengan corak masyarakat dan kebudayaannya. Tnidak semua pukul rata, amun ada sesuatu esensi yang mendasar dan mendalam dalam konunikasi untuk membangun hubungan yang saling mendukung. Polisi mampu menunjukkan peran dan fungsinya untuk melindungi mengayomi melayani masyarakat. Polisi diakui keberadaannya sebagai bagian dalam masyarakat yang dilayaninya. Konsep dasar polisi melayani masyarakat inipun tatkala menerapkan konsep cocok maka akan ada harmoni.

Ada saling memahami bahkan kepercayaan bahwa polisi mampu mnjd sahabat dan memahami bahwa apa yg dikerjakan di dalam pemolisian adalah merupakan upaya – upaya mewujudkan keteraturan sosial dengan adanya keamanan dan rasa aman. Kecocokan ini adalah kenyamanan saling ada kepercayaan. Cocok merupakan bagian penting dibdalam membangun peradaban.

Tentu cocok ini bukan berarti hanyut tanpa prinsip tanpa konsep melainkan mampu meyakinkan. Konteks polisi menjaga kehidupan, membangun peradaban dan berjuang untuk kemanusiaan ini sesuatu yg diupayakan ada harmoni dsn cocok tadi. Cocok dapat pula dimanfaatkan untk upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengajak semua pihak untuk mampu belajar dari segala kelemahan kekurangan bahkan dari kesalahan. Cocok bermakna juga mampu memberikan yang terbaik dan menunjukkan adanya sesuatu yang saling percaya tidak ada yang merasa superior. Cocok dalam konteks pemolisian sejalan dengan pemahaman manjing ajur ajer.

Hidup harmoni dalam kebersamaan dan keberagaman sehingga saling menjaga saling mendukung bahkan ketika ada masalahpun dapat segera teratasi dan tertangani

12121 KomentarSukaKomentari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *