Polisi Gencar Patroli Cyber Cegah Siasat Pemudik Hindari Peraturan Larangan Mudik

Berita

Ancaman denda hingga 100 juta maupun hukuman kurungan dan karantina 14 hari tak membuat gentar pemudik untuk pulang kampung meski Presiden Jokowi mengeluarkan larangan mudik Lebaran.

Mereka menggunakan berbagai macam siasat, mulai dari ngumpet di truk barang hingga menggunakan jasa usaha travel ilegal. Beberapa di antaranya gagal mudik setelah kepergok Polda Metro Jaya yang gencar melakukan razia.

Pada Kamis, 30 April 2020, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan polisi menangkap pelaku usaha travel ilegal yang berusaha menyelundupkan penumpang mudik lebaran dari wilayah Jabodetabek.

Sambodo menjelaskan, jasa mengantar pemudik pulang kampung meski ada larangan mudik tersebut ditawarkan lewat media sosial Facebook.

Untuk mencegah arus mudik yang berpotensi menyebarkan virus corona Covid-19 dari Jabodetabek ke daerah lain, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan polisi juga akan menggencarkan patroli siber.

Patroli di dunia maya ini dilakukan untuk mengantisipasi travel gelap yang berusaha menyelundupkan pemudik. Para pelaku, kata dia, dapat diancam dengan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Istiono menyebut telah menginstruksikan jajarannya untuk memantau seluruh jalur alternatif atau jalur tikus di setiap perbatasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) selama larangan mudik diberlakukan. Pemudik dijamin tidak akan lolos kendati lewat jalan tikus karena polisi telah menyiapkan penyekatan di titik-titik berikutnya.

sumber : ntmcpolri.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *