Problem Solving Policing: Menyelesaikan Masalah Secara Proaktif Tanpa Menimbulkan Masalah (Bagian 2)

Road Safety

Pola pengamanan pada lalu lintas dapat mengacu pada road safety policing atau memberdayakan sistem IT for road safety policing.

Di era digital, implementasi e policing pada fungsi lalu lintas diimplementasikan melalui IT for road safety yang antara lain yaitu TMC ( Traffic Management Centre) untuk mendukung road safety management, SSC (Safety and Security Center) untuk mendukung safer road, ERI (Electronic Registration and Identification) untuk mendukung safer vehicle atau keamanan kendaraan, SDC (Safety Driving Center) untuk mendukung safer people atau keselamatan pengendara, Intan (Intelligent Traffic Analysis) untuk mendukung post crash care atau penanganan pasca kecelakaan, TAR (Traffic Attitude Record) atau rekaman perilaku lalu lintas, DMPS (De Merit Point System), Smart Management, Road Safety Literacy, Road Safety Coaching atau pelatihan keselamatan di jalan raya, IRSMM (Intellegent Road Safety Media Management) dan Algoritma Road Safety.
Program-program pemerintah yang dapat didukung antara lain yaitu: ERP (Electronic Road Pricing), ETC (Electronic Toll Collect), E Parking, E Samsat, E Banking dan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Semua program tersebut adalah cara untuk mendukung pencapaian tujuan dari keteraturan sosial yaitu adanya keamanan dan rasa aman di masayarakat. Selain itu, masyarakat dapat beraktivitas untuk menghasilkan produktifitas tanpa hambatan. Kalaupun ada hambatan, gangguan dapat segera teratasi. Tujuan lainnya yaitu lalu lintas aman selamat tertib dan lancar, meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan serta terbangunnya budaya tertib atau patuh hukum.

Polisi dengan pemolisiannya mampu memberikan pelayanan prima di bidang keamanan, keselamatan, administrasi, hukum, informasi maupun kemanusiaan.
Pemolisian yang proaktif dan problem solving keberhasilannya dapat dilihat dari algoritma kamtibmas atau tingkat keteraturan sosial yang ada dalam masyarakat.

Di antara keteraturan sosial itu yaitu tingkat kualitas keamanan dan rasa aman warga masyarakat baik dalam komunitas maupun berlalu lintas, terjaminnya keamanan dan rendahnya tingkat kriminalitas maupun rendahnya pelanggaran, tingkat keselamatan lalu lintas, tingkat ketertiban dan kepedulian warga masyarakat maupun stake holder lainya dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial, tingkat kelancaran lalu lintas, tingkat kecepatan penanganan laporan atau aduan masyrakat / quick response time, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan, terbangunnya citra atau image polisi dan pemolisiannya, kualitas pelayanan kepolisian yang berstandar pelayanan yang prima di bidang:
a. Pelayanan keamanan
b. Pelayanan keselamatan
c. Pelayanan hukum
d. Pelayanan administrasi
e. Pelayanan informasi
f. Pelayanan kemanusiaan

Tingkat kualitas problem solving policing yang proaktif pengukuranya ditunjukkan melalui algoritma yang berbasis info grafis, info statistik, info virtual yang on time, real time dan any time.


Oleh: Chryshnada Dwi Laksana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *