Pusdokkes Polri Bentuk Agen Pemulihan Bagi Penyalahguna Narkoba

Berita Peristiwa

Dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini, permasalahan kejahatan narkoba dan penanganan korban penyalagunaan serta pecandu narkoba tetap menjadi prioritas penting yang tidak hanya menjadi kewajiban BNN RI saja.

Namun, juga menjadi kewajiban semua komponen bangsa, termasuk Pusdokkes Polri sebagai bagian dari kepolisian negara republik indonesia.

Hal itu disampaikan AKBP dr. Effri Susanto selaku peserta PKN II Angkatan XII PPSDM BNN RI, pada keterangan tertulisnya yang diterima Media Ini, Kamis, 19 Agustus 2021.

“Berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkoba (P4GN) Tahun 2020-2024, telah mengamanatkan peran Kementerian/ Lembaga Negara dan TNI-Polri yang salah satunya adalah peran Polri dalam peningkatan kapasitas dan aksesibilitas layanan rehabilitasi korban penyalagunaan narkoba,” katanya.

Menurutnya, Pusdokkes Polri sebagai pembina fungsi Kedokteran dan Kesehatan di tingkat Mabes Polri diharapkan dapat mengoptimalkan perannya dalam rangka mensukseskan Rencana Aksi Nasional P4GN.

Hal itu dituangkan oleh AKBP dr. Effri Susanto dalam Proyek Perubahan sebagai Peserta PKN II Angkatan XII PPSDM BNN RI yang berjudul “Aktualisasi Peran Bintara Kesehatan Polri sebagai Agen Pemulihan dalam Pengembangan Program Rehabilitasi Intervensi Berbasis Masyarakat” guna mewujudkan Indonesi Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol. DR. dr. Rusdianto, MM, MSi, DFM, dalam amanatnya mengatakan bahwa para Kasubbiddokpol agar segera melakukan koordinasi dengan Koordinator Bidang Rehabilitasi BNNP dan BNNK untuk menyusun rencana kegiatan pelatihan melalui daring bagi Bintara Kesehatan terutama yang berada pada Sidokkes Polres.

“Melakukan rapat koordinasi dengan fungsi Binmas dan Resnarkoba Polda dalam rangka mewujudkan sinergitas dan harmonisasi kegiatan agar peran Bintara Kesehatan dapat mendukung fungsi Bhabinkamtibmas dan Resnarkoba pada program kegiatan Kampung Tangguh Anti Narkoba serta program Desa Bersinar,” katanya.

Kemudian melakukan monitoring kegiatan dan melakukan asistensi kepada Sidokkes Polres pada masing-masing wilayah.

“Melaporkan kegiatan bulanan kepada Kabiddokpol Pusdokkes Polri dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Sidokkes Polres,” urainya.

Pada acara sosialisasi kepada para Kasubbiddokpol diberikan juga materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari BNN RI dan Pusdokkes Polri, yakni meliputi:

Sinergitas BNN dan Polri Ditinjau dari Aspek Peluang dan Tantangan Program IBM, disampaikan oleh Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI (dr. Amrita Devi, SPKJ, MSi)

Kajian Efektifitas Program IBM dalam rangka Merehabilitasi Penyalahguna Narkoba, disampaikan oleh Direktur Pasca Rehabilitasi BNN RI (BJP dr. Haryanto, SpPD)

Sistem Rujukan pada IPWL dan Rumah Sakit Dalam Program Rehabilitasi IBM, disampaikan oleh Kasubdit Fasilitasi Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (Kombes Pol. Sri Bardiyati, S.Sos, MSi)

Aktualisasi Bintara Kesehatan Polri sebagai Agen Pemulihan dalam rangka mewujudkan Peran Dokpol pada Pengembangan Program Rehabilitasi IBM, disampaikan oleh Kabiddokpol Pusdokkes Polri (Kombes Pol. dr. Hery Wijatmoko, SpF, DFM).

“Kondisi Indonesia Darurat Narkoba telah mendorong terbentuknya sinergitas pada masing-masing stakeholder terkait dengan leading sektornya adalah BNN RI serta komitmen dan konsistensi menjalankan program kegiatan merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan Indonesi Bersinar (Bersih dari Narkoba,” pungkas Kapusdokkes Polri. (MC/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *