Rencana Penerapan E-TLE di Semua Daerah, Sudah Siapkah?

Road Safety

Salah satu inovasi pelayanan Polri yang dibicarakan publik dan cukup membuat pengguna lalu lintas “ketar-ketir” yaitu sistem tilang elektronik atau E-TLE. Sistem yang sudah beberapa tahun diterapkan di wilayah Polda Metro Jaya ini kabarnya akan segera diterapkan di seluruh wilayah Polda di Indonesia. Meskipun tilang elektronik bertujuan demi keselamatan dan ketertiban para pengguna jalan, belum tentu masyarakat pengguna jalannya siap menghadapi penerapan salah satu inovasi layanan Smart Services Polri ini.


Menurut Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H IT, kepolisian saat ini mendukung digitalisasi proses tilang dengan menggunakan teknologi yang ada sehingga proses tilang dapat berjalan efektif dan efisien. Adanya E-tilang ini tentunya menjadi solusi untuk menanggulangi berbagai macam permasalahan yang timbul akibat penerapan tilang secara manual. Selain itu, sistem e-tilang juga dapat membantu kepolisian dalam manajemen administrasi.


Di ibukota Jakarta ada sistem yang dikenal dengan nama E-TLE atau Electronic – Traffic Law Enforcement. E-TLE di Jakarta mulai berlaku sejak 1 November 2019. Polda Metro Jaya mengandalkan kamera pengawas atau CCTV untuk mendeteksi adanya pelanggaran. Misalnya saja di CCTV yang terpasang di ruas jalan Sudirman-Thamrin Jakarta.

”Aturan-aturan yang menjadi acuan baik pedoman, standar operasional juga panduan-panduan bagi petugas yang ada di lapangan sehingga polisi bekerja dengan lebih cerdas, bermoral dan modern. Artinya, profesional adalah ahli, cerdas artinya selalu kreatif dan inovatif, bermoral inilah dasarnya polisi memiliki kesadaran, tanggung jawab dan disiplin sebagai penegak hukum dan keadilan yang tugasnya untuk menjaga dan memelihara serta mewujudkan keteraturan sosial,” ucap Dirkamsel korlantas Polri Brigjen Pol DR. Chryshnanda Dwi Laksana M.Si.

Melalui kamera pengawas atau CCTV, e-tilamg dapatenindaklanjuti berbagai jenis pelanggaran di antaranya pelanggaran ganjil genap, pelanggaran jalur busway hingga pelanggaran batas kecepatan kendaraan.


Selain E-TLE, program pengembangan sistem penegakan hukum lalu lintas dengan teknologi digital yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya juga dikembangkan dalam sejumlah program lainnya seperti bodycam, E-TLE portable hingga sistem praktek SIM e-drive dan aplikasi Satpam Mantap.

“Di NTMC ini ada posko yang disebut juga E-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement. E-TLE ini juga bagian dari E-Policing yaitu penegakan hukum secara elektronik dimana proses penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tidak lagi berbasis manual dimana masyarakat bertemu muka dengan anggota yang melakukan penindakan tetapi kami menggunakan kamera dengan beberapa jenis pelanggaran yang tertangkap oleh kamera.

Misalnya, pelanggaran di jalur ganjil genap, pelanggaran di jalur busway, pelanggaran traffic light, pelanggaran stopline dan sebagainya. Ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang bisa ditangkap oleh kamera. Saat ini sedang diujicoba juga speed camera untuk melihat pelanggaran dalam batas kecepatan terutama di jalan tol dan sebagainya. Sementara itu, bodycam yang akan dikenakan oleh anggota yang ada di lapangan.


”Aturan-aturan yang menjadi acuan baik pedoman, standar operasional juga panduan-panduan bagi petugas yang ada di lapangan sehingga polisi bekerja dengan lebih cerdas, bermoral dan modern. Artinya, profesional adalah ahli, cerdas artinya selalu kreatif dan inovatif, bermoral inilah dasarnya polisi memiliki kesadaran, tanggung jawab dan disiplin sebagai penegak hukum dan keadilan yang tugasnya untuk menjaga dan memelihara serta mewujudkan keteraturan sosial,” ucap Dirkamsel korlantas Polri Brigjen Pol DR. Chryshnanda Dwi Laksana M.Si.


Penerapan digitalisasi setiap layanan Polri di setiap daerah di Indonesia adalah suatu keniscayaan. Jadi, untuk masyarakat pengguna lalu lintas di wikayah lain yang belum menerapkan E-TLE, disiplin lalu lintasnya harus terjaga dan tidak berpatokan pada ada tidaknya petugas polisi Satlantas yang berjaga di pos lantas yang ada. (Red-LW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *