Resahkan Warga, Ratusan Pelaku Balap Liar Diamankan Polres Mojokerto

Berita Road Safety

Mojokerto. Sebanyak 120 pelaku balap liar beserta 84 kendaraan roda dua diamankan Polres Mojokerto bersama stakeholder terkait saat melaksanakan razia kendaraan bermotor di Desa Lengkong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (18/4/2021) dini hari.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakam, aksi balap liar di waktu sahur saat bulan ramadhan cukup meresahkan masyarakat khususnya di Desa Lengkong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. “Ada ratusan pemuda dan kendaraan roda dua yang kami amankan. Bukan hanya warga Mojokerto tapi juga Jombang,” ungkapnya.

Mereka datang dari luar Mojokerto untuk mengikuti balapan liar atau melihat balapan liar. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu kegiatan yang sangat meresahkan masyarakat. Dimana saat bukan suci Ramadhan umat Islam harus khusyuk menjalankan ibadah puasa namun banyak alim ulama di Kabupaten Mojokerto mengeluhkan saat sahur justru marak balapan liar.

“Penindakannya, ini semua akan kita bawa ke Polres Mojokerto untuk didata dan ditilang. Kita akan dihubungi orang tua mereka untuk menjemput sehingga razia ini bisa betul-betul merubah mereka agar kembali ke jalan yang benar, bukan balapan liar atau nonton balapan liar. Karena kecelakaan lalu-lintas akan mengancam nyawa dan kenyamanan beribadah dalam bulan suci Ramadhan,” katanya.

Dalam operasi tersebut, lanjut Kapolres, Polres Mojokerto melaksanakan Operasi Program Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadhan (Mesra) sehingga masukan dan keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti namun sifatnya preventif dan preentif. Kapolres membenarkan, dari ratusan pelaku balap liar tersebut turut diamankan anak di bawah umur. Hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama.

“Iya ada anak di bawah umur, ini salah satu hal yang harus kita cermati baik-baik. Dibutuhkan pengawasan orang tua sehingga dalam proses kegiatan ini kami berharap kepada seluruh orang tua, seluruh keluarga di Mojokerto untuk lebih peduli dan mengingatkan anak-anak kita semua tidak mengikuti kegiatan yang tidak bermanfaat ini. Gunakan kegiatan yang bermanfaat saat bulan Ramadhan,” ujarnya.

Seperti mengaji. Kapolres juga mengingatkan, jika saat ini masih dalam situasi pandemi corono. Virus corona masih mengancam semua sehingga, pihaknya bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) berharap masyarakat Mojokerto semua untuk tetap selalu mengawasi anak-anaknya agar nantinya tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Dari hasil razia pengecekan masih didapati, tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menggunakan masker dan mengkonsumsi miras. Harus kita lihat bersama, kita cermati bersama, ini tanggungjawab kita bersama untuk bisa membina anak-anak kita yang terjaring Operasi Mesra untuk bisa diawasi bersama-sama,” tegasnya.

sumber beritajatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *