Road Safety Policing: Implementasi Pada Fungsi Kepolisian Dalam Menangani Lalu Lintas

Road Safety

Pekerjaan POLANTAS melalui pemolisian untuk mencapai tujuan Road Safety dan mengimplementasikan UULLAJ. Standar keberhasilannya dapat diukur melalui algoritma Road Safety yang mampu menunjukkan :

1. Tingkat kualitas keamanan lalu lintas

2. Tingkat keselamatan lalu lintas

3. Tingkat ketertiban

4. Tingkat kelancaran

5. Tingkat kualitas keselamatan berlalu lintas

6. menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan

7. Terbangunnya budaya tertib

8. Pelayanan yg prima di bidang LLAJ

a. Pelayanan keamanan

b. Pelayanan keselamatan

c. Pelayanan hukum

d. Pelayanan administrasi

e. Pelayanan informasi

f. Pelayanan kemanusiaan

Semua itu pengukuranya ditunjukkan melalui algoritma yang berbasis info grafis,  info statistic, info virtual yang on time real time dan any time. Adapun landasan dasar pemolisiannya dalam me-manage Road Safety adalah melalui :

1. Manajemen kebutuhan

2. Manajemen kapasitas

3. Manajemen prioritas

4. Manajemen kecepatan

5. Manajemen emergensi

Manajemen di atas diimplementasikan pada fungsi kepolisian dalam menangani lalu lintas melalui bidang :

1. Edukasi yang dikembangkan pada Literasi Road Safety

2. Engineering yang berbasis pada penanganan black spot trouble spot, Road Safety kawasan ( perbatasan, hutan perkebunan pertanian, industri, lintasan, perkotaan, rawan bencana dll ). Selain itu juga untuk membuat model bagi antar moda transportasi angkutan umum, angkutan sungai danau dan penyeberangan, kajian jalan toll, dan berbagai lokasi yang dpt dikembangkan menjadi rekayasa jalan.

3. Penegakkan hukum proses penegakkan hukum berbasis pada big data dan sistem2 ETLE, e-sidik

4. Reg ident registrasi dan identifikasi kendaraan maupun pengemudi untuk : 

    a. memberikan jaminan legitimasi keabsaan asal usul dan kepemilikan kendaraan bermotor,

    b. Legitimasi pengoperasionalannya,

    c. Forensik kepolisian,

    d. Mendukung penegakkan hukum, traffic attitude record dan de merit point syste.,

    e. Memberikan pelayanan di bidang LLAJ dengan standar prima.

5. K3i ( komunikasi komando pemgendaliaan koordinasi dan informasi ) yang mampu memantau dan memberikan pelayanan cepat dalam berbagai situasi baik rutin khusus maupun kontijensi.

6. Analisa dampak lalu lintas ( andalalin)

Secara teknis andalalin mencakup :

a.Cara pemetaan wilayah dan pengumpulan data sensus atau data dari stake holder maupun data di lapangan

b. Penggunaan alat-alat pemetaan manual maupun elektronik

c.Peta data dan cara  menganalisa dengan mempertimbangkan yang berbasis pada :

Kebutuhan

Kapasitas

Prioritas

Kecepatan

Emergensi

d. Hasil analisa berupa prediksi antisipasi dan solusi bagi lalu lintas pada saat rutin atau ada hal-hal khusus maupun kontijensi

e. Konsep dasar andalalin adalah smart city, unsur unsur  dijadikan landasan pengkajiannya.

f. Laporan atau produk dapat dijadikan bahan masukan maupun untuk jurnal

g. Panduan penegakkan hukum atas pelanggaran andalalin

Andalalin ini bisa diarahkan ke Kawasan : industri bisnis perbatasan perkebunan hutan pariwisata dll, Lokasi black spot dan trouble spot, Lintasan, Perkotaan, Jaringan lalu lintas antar moda transportasi angkutan umum, ASDP

7. Kemitraan antar pemngku kepentingan melalui asosiasi atau forum LLAJ

8. Korwas ppns

Di era dogital implementasi e-policing pd fungsi lalu lintas diimplementasikan melalui IT for Road Safety antara lain sbb :

1. TMC ( traffic management centre) untuk mendukung road safety management

2. SSC ( safety and security centre) untuk mendukung safer road

3. ERI ( elecyronic registration and identification) untuk mendukung safer vehicle

4. SDC ( safety driving centre) untuk mendukung safer people

5. INTAN ( intellegent traffic analysis) untuk mendukung post crash care

Ke lima point di atas untuk mendukung dapat mendukung program-program  pemerintah melalui : 

1. TAR ( traffic attitude record)

2. DMPS ( de merit point system)

3. Smart management

4. Literasi Road Safety

5. Road Safety Coaching

6. IRSMM ( intellegent road safety media management)

7. Algoritma road safety

Adapun program program pemerintah yang dapat didukung antara lain :

1. ERP ( electronic road pricing)

2. ETC ( electronic toll collect )

3. E parking

4. E samsat

5. E banking

6. ETLE ( electronic traffic law enforcement)

Kesemua program tersebut bukan tujuan melainkan cara untuk mendukung pencapaian tujuan Road Safety yaitu :

1. Lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar

2. Meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas koeban kecelakaan

3. Terbangunnya budaya tertib berlalu lintas

4. Mampu memberikan pelayanan prima di bidang LLAJ

penulis : Chryshnanda Dwi Laksana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *