Rotator dan Sirine Untuk Kepentingan Tertentu

Berita

Jakarta – Penggunaan lampu rotator dan  sirine untuk kendaraan pribadi, dengan tujuan untuk gaya-gayaan atau memiliki tujuan lain tidak diperkenankan.

Menurut ketentuanUndang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 59 ayat 1 menyebutkan kendaraan yang berhak menggunakan rotator maupun sirene untuk kepentingan tertentu.

“ Kendaraan bermotor tertentu disematkan lampu isyarat dan/atau sirene untuk kepentingan tertentu.” Tulis UU No.22 tahun 2009

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pasal 59 ayat 2 tertulis warna-warna yang digunakan sebagai lampu isyarat yaitu warna merah, biru, dan kuning.

Dalam undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa tidak semua kendaraan yang menggunakan lampu isyarat memiliki kepentingan khusus yang harus didahulukan atau hak utama dalam penggunaan jalan.

“Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a (merah) dan huruf b (biru) serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.” seperti disebutkan Dalam pasal 59 ayat 3

Sumber Gridoto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *