Smart SIM Solusi Data Satu Pintu, Mudah, dan Praktis

Road Safety

Dari sekian pelayanan berslogan “Smart Services Polri”, layanan smart SIM adalah salah satu yang menjadi solusi permasalahan administrasi pelayanan Polri. Bisa jadi layanan ini belum terlalu luas dikenal masyarakat karena lebih bersifat administratif.

Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin Hanggara mengatakan bahwa Smart SIM ini adalah suatu sistem, program, yang dapat mengintegrasikan data-data secara elektronik pada proses registrasi dan identifikasi pada penerbitan SIM dimana data-data yang terintegrasi ini tersimpan dalam suatu chip di dalam kartu SIM tersebut antara lain data forensik kepolisian, data perilaku pengemudi, dan juga pembayaran secara elektronik.

“Jadi di dalam Smart SIM ini terdapat beberapa kelebihan dibanding program sebelumnya yaitu antara lain pada Smart SIM ini terdapat data program untuk merekam perilaku dari seorang pengemudi. Apabila pengemudi tersebut mendapat kecelakaan atau pelanggaran-pelanggaran lalu lintas maka data-data tersebut dapat terekam di dalam Smart SIM tersebut.

Selain itu, Smart SIM ini rencananya juga dapat menjadi alat pembayaran atau uang elektronik yang dapat digunakan di gerbang tol dan tempat pembayaran lainnya untuk ini udah ada kerjasama Polri dengan bank. Apabila program Smart SIM ini sudah berjalan dengan baik maka kartu Smart SIM ini bisa menyimpan saldo hingga 2 juta rupiah.”

Smart SIM sendiri bukan barang baru di tahun 2020 ini. Smart SIM sudah diluncurkan secara resmi pada tanggal 22 September 2019 bersamaan dengan hari lalu lintas Bhayangkara ke-64. Selain lebih kekinian , Smart SIM juga dilengkapi berbagai fasilitas yang memudahkan pemiliknya.

“Smart services berdasarkan bahasa itu pelayanan cerdas tapi bagi saya Smart Services itu sebagai pelayanan digital dari kepolisian atau lebih dikenal dengan e-policing. Tentu ini ada tujuannya. Tujuan dari e-policing ini adalah menciptakan pelayanan kepolisian yang lebih mudah diakses, lebih transparan, akuntabel dan lebih menjamin kepastian. Di dalam pelaksanaannya, e-policing di Polda Metro Jaya khususnya di Direktorat Lalu Lintas ini sudah dilakukan dengan berbagai macam caranya,” ucap Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H.

Saat ini, pembuatan Smart Sim relatif mudah karena persyaratan dokumennya sama dengan pembuatan SIM biasa. Syarat-syarat pembuatan SIM ada tiga, yaitu usia, administrasi dan kesehatan. Untuk syarat usia terbagi seperti SIM A dan C minimal usia 17 tahun. Untuk persyaratan administrasi maka peserta wajib untuk mengisi formulir pendaftaran, membawa KTP. Persyaratan kesehatan ada dua, yaitu kesehatan jasmani dan kesehatan rohani.

Meskipun relatif baru, inovasi Smart SIM berhasil membuat penasaran dan menarik minat masyarakat. Selain merilis Smart SIM, Polda Metro Jaya juga merilis pembuatan SIM secara online. Terobosan ini memungkinkan warga mengajukan pembuatan SIM melalui website atau aplikasi. Inovasi ini telah diterapkan di Polda Metro Jaya sejak tahun 2015.

Adanya SIM online dapat memangkas waktu pengurusan SIM karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Syarat yang harus dipersiapkan pun sama saja seperti syarat kita mengurus SIM secara manual tapi pengumpulan datanya dapat dikirimkan secara online. Ini memudahkan bagi masyarakat yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu. Wajar saja jika masyarakat ibukota yang memiliki aktifitas padat menyambut gembira adanya SIM online.

Polda Metro Jaya tidak hanya dinilai berhasil menerapkan Smart Services atau digitalisasi pelayanan kepolisian. Melalui smart SIM dan aplikasi SIM online, Kepolisian Daerah ini terus menjadi pelopor dan percontohan bagi daerah lain. Tidak heran, Polda Metro Jaya selalu diganjar berbagai penghargaan. (Red-LW)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *