Sosialisasi Dianggap Cukup, Pelanggar Ganjil Genap Harus Siap Kena Sanksi Denda Mulai 10 Agustus 2020

Road Safety

Aturan pembatasan kendaraan ganjil genap di wilayah Satlantas Polda Metro Jaya yang sempat dinonaktifkan selama beberapa bulan akhirnya akan benar-benar kembali diterapkan. Sosialisi pembatasan kendaraan yang sempat dilakukan sejak tanggal 3 Agustus 2020 ini dicukupkan sampai Minggu (9/8). Bahkan, sosialisasi soal aturan ganjil genap yang harusnya cuma sampai tanggal 5 Agustus ini sempat diperpanjang hingga tanggal 9 Agustus.

Sosialisasi masa pandemi Covid-19 ini dilakukan dengan spanduk yang dibentangkan oleh para Polwan dan himbauan langsung dari petugas yang berjaga di beberapa titik ruas jalan. Selain menghimbau pengendara soal ganjil genap, petugas juga memberikan imbauan mengenai protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat berkendara, rajin cuci tangan dan berjaga jarak.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, setelah sosialisasi ganjil genap dirasa cukup, pengendara akan ditindak berupa tilang atau denda sesuai pasal berlaku. “Pasal 287 ayat 1 tentang pelanggaran rambu, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dendanya maksimal Rp500 ribu subsider dua bulan kurungan,” ucapnya, Selasa (4/8). Menurutnya lagi, kebijakan ganjil genap mampu menekan angka kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi di Jakarta.

Pemberlakuan sanksi denda yang harusnya diterapkan tanggal tanggal 6 Agustus 2020 ditunda menjadi tanggal 10 Agustus 2020 karena masih banyak pengguna jalan yang tak mengikuti aturan. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo mengatakan bahwa banyak masyarakat yang melanggar aturan mengaku belum mengetahui pemberlakuan ganjil genap ini. “Dari hasil evaluasi kita selama tiga hari sosialisasi Senin, Selasa dan Rabu itu ternyata masih banyak masyarakat yang melanggar dan beberapa pelanggar itu banyak yang belum tahu bahwa ganjil genap sudah berlaku,” jelasnya di Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/20).

Menurut Dirlantas, penindakan akan dilakukan dengan dua cara yaitu melalui pengawasan secara langsung di lapangan oleh petugas dan pengawasan menggunakan kamera elektronik (e-TLE).

Heri, seorang petugas TMC Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa walaupun belum ada tindakan aturan ganjil genap, ETLE tetap diberlakukan di 25 kawasan penerapan ganjil  genap.

ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas dengan mengedepankan teknologi informasi dan diimplementasikan melalui kamera yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas.

“Tentu penindakannya nanti di tanggal 10 (Agustus) itu dilaksanakan dengan 2 cara, baik dengan menggunakan manual artinya anggota yang bertugas di lapangan dan dengan menggunakan e-TLE atau menggunakan kamera elektronik.


Sejalan pemberlakuan jaga jarak fisik di kendaraan umum, penggunaan taksi online dan kendaraan pribadi pun jadi alternatif alat transportasi. Kini masyarakat harus kembali menjadikan angkutan umum sebagai alat transportasi utama. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *