Suksesi Kepemimpinan Daerah dalam Peradaban Masyarakat Demokratis

Road Safety

Di saat terjadi suksesi kemimpinan melalui pemilihan umum, yang terbayang oleh kita adalah kampanye dan berbagai hal yang kontra produktif. Suksesi kepemimpinan melalui pemilihan umum kepala daerah (pilkada) merupakan bagian dari merawat, membangun dan mengembangkan peradaban.

Dalam merawat, membangun dan mengembangkan peradaban isu-isu yang kontra produktif semestinya tidak dilakukan. Kampanye hitam, politik uang maupun berbagai kecurangan sangatlah memalukan karena menodai demokrasi.

Suksesi kepemimpinan daerah melalui pilkada diharapkan menghasilkan pemimpin yang transformatif, yang mampu mengangkat harkat martabat wilayah dan masyarakat yang dipimpinnya.

Bicara mengenai peradaban maka pilkada semestinya menunjukkan suksesi kepemimpinan secara damai. Tak cuma itu, pilkada juga harus bisa menyiapkan calon-calom pemimpin dari putra-putri terbaik. Tak hanya itu, pilkada juga semestinya dilakukan dengan jujur dan adil.

Petugas KPU, calon pemimpin, partai maupun kelompok-kelompok masyarakat harus mampu menjaga marwah demokratis.

Di antara marwah demokratis itu ada supremasi hukum yang harus ditegakkan. Selain itu, harus ada jaminan dan perlindungan HAM bagi semua pihak yang berpartisipasi serta proses yang transparan dan akuntabel. Pilkada juga harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal terakhir yang harus ada yaitu pembatasan dan pengawasan kewenangan.

Pilkada damai merupakan citra atau refleksi peradaban yang wajib kita jaga bersama. Menjaga pilkada damai adalah menyelamatkan peradaban kita dari perpecahan. Marwah demokratis adalah suatu aset bangsa kita yang menjaga bangsa ini tetap utuh di atas segala perbedaan identitas dan pandangan politik.

Oleh: Chryshnanda Dwilaksana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *