Tangis Haru Korban Kecelakaan Saat Dapat Santunan dari Dirlantas Polda Jatim

Berita

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan memberikan santunan kepada Zakaria (25), warga Wonasari Lor Surabaya yang mengalami kebutaan usai menjadi korban kecelakaan beberapa waktu lalu. Zakaria tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat mendapat bantuan sembako, masker dan hand sanitizer.

Saat itu, usai mengalami kecelakaan, Zakaria langsung mengalami kebutaan total. Dia pun harus kehilangan pekerjaannya sebagai waiters di salah satu hotel.

Kini, Zakaria beralih profesi menjadi tukang pijat tuna netra. Dia menggantungkan hidupnya menjadi tukang pijat sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Tapi akibat pandemi COVID-19 ini, Zakaria tidak bisa memijat lagi karena pelanggannya tidak ada yang berani untuk pijat.

“Banyak pelanggannya yang tidak berani pijat dan ini menyebabkan kesulitan ekonomi di keluarganya,” kata Dirlantas di kediaman Zakaria di Surabaya, Minggu (17/5/2020).

Tak hanya Zakaria, Dirlantas juga menyambangi Purnomo, warga Kampung Tambak Sari yang sebelumnya berprofesi sebagai supir truk. Budi menceritakan usai kecelakaan, kaki kanan Purnomo harus diamputasi dan tidak bisa bekerja lagi.

“Pak Purnomo kini harus melakukan rawat jalan dan terapi, namun semenjak adanya COVID-19, rawat jalan dan terapi menjadi terkendala karena khawatir akan tertular. Hal ini menghambat proses pemulihan pak Purnomo yang mana harus menanggung beban hidup keluarganya,” terang Dirlantas.

Dirlantas juga mengajak jajarannya di 39 polres kabupaten dan kota untuk ikut menyumbangkan sedikit rezeki. Bantuan yang terkumpul ini diberikan kepada para korban kecelakaan. Terutama yang mengalami cacat akibat kecelakaan hingga kehilangan pekerjaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan empati, kepekaan, solidaritas, dan kepedulian Polantas di masa pandemi COVID-19. Ini yang harus dihadapi secara gotong royong, sehingga dapat meringankan beban sesama khususnya korban laka lantas,” paparnya.

Sementara itu, Zakaria mengaku bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarganya. Terlebih di masa pandemi COVID-19, dia harus kehilangan penghasilannya karena sepinya permintaan memijat.

“Terima kasih pak, terima kasih banyak,” tambah Zakaria tak kuasa menahan haru.

sumber : korlantas.polri.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *