Waspada! Blackspot Kawasan Tabanan, Tewaskan 3 Orang

Berita Keselamatan 2020

Bali – Black spot atau lokasi rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tabanan. Sejak Januari hingga saat ini, jumlah kecelakaan yang terjadi sebanyak 9 persitiwa. Dari peristiwa tersebut, tiga diantaranya meninggal dunia dan 6 orang mengalami luka ringan.

Jalan Bypass Ir Soekarno Tabanan tepatnya di depan Hardys Tabanan masuk Kawasan rawan kecelakaan lantaran sesuai data peristiwa yang terjadi.

Menurut Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani, hal tersebut sesuai dengan jumlah data dan hasil survei jalur wilayah Tabanan oleh Dirlantas Polda Bali bersama instansi terkait serangkaian persiapan menjelang libur panjang dan operasi Zebra Lempuyang 2020, Sabtu (24/10/2020) kemarin.

Dalam survei jalur tersebut, tak hanya black spot yang menjadi sorotan. Beberapa hal juga menjadi sorotan seperti lokasi rawan banjir terutama genangan air di jembatan, lokasi rawan macet, dan lokasi rest area di wilayah Tabanan.

“Polda Bali telah melaksanakan survei jalur wilayah Tabanan persiapan libur panjang Maulid Nabi Muhammad serta kesiapan Operasi Zebra Lempuyang 2020. Ada beberapa poin yang menjadi atensi,” kata AKP Wila, Minggu (25/10/2020).

Dia menyebutkan, untuk atensi lokasi rawan banjir adalah di Jembatan Yeh Sungi, Dadakan, Kecamatan Kediri. Di lokasi tersebut, agar dikoordinasikan dengan insansi terkait untuk mengoptimalkan fungsi gorong-gorong  sehingga tidak menimbulkan genangan pada saat hujan.

Kemudian, rambu petunjuk arah agar dapat dipindahkan ke tempat yang dapat terlihat oleh pengendara, serta dahan dan ranting dapat di potong sehingga tidak menghalangi pendangan para pengendara.

Kemudian untuk kawasan black spot, kata wila, adalah pada Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk KM 18.610 Kecamatan Kediri atau yang lebih dikenal dengan Bypass Ir Soekarno. Lokasi tepatnya adalah di depan swalayan Hardys, Kediri.

Sehingga diharapkan agar ditambah spanduk imbauan lokasi rawan laka, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di sebelah kanan Hardys serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memotong dahan dan ranting yang menutupi rambu lalu lintas.

“Di wilayah Kerambitan juga kami diharapkan untuk aktif dalam memberi imbauan kepada pengendara truk agar tidak parkir di badan jalan, arahkan agar mencari kantong parkir. Karena selama ini banyak kendaraan tertuama truk yang parkir hingga mengambil badan jalan,” ungkapnya.

AKP Wila melanjutkan, juga ada atensi terkait lokasi rawan macet di wilayah Samsam terutama di tanjakan samsam. Di lokasi tersebut kerap terjadi truk tak kuat menanjak hingga terguling. Sehingga langkah yang dilakukan adalah dengan menambah rambu dan spanduk daerah rawan macet dan laka lantas. Kemudian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dapat memperbaiki pagar pengaman jalan yang sudah rusak.

Disinggung mengenai lokasi black spot di wilayah Tabanan, AKP Wila Indrayani mengungkapkan sesuai data yang ada yang termasuk jalur daerah rawan laka atau black spot tersebut di Tabanan adalah Bypass Ir Soekarno yang terletak di Kediri.

Hal tersebut sesuai dengan jumlah data laka dan persentase yang masuk black spot itu dari KM 18.400 hingga 18.610 di jalan Bypass Ir Soekarno, Kediri Tabanan.

Sumber Bali.tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *